Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Sulteng Turun Menjadi 30,54
- 15 Sep 2026 06:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulawesi Tengah tahun 2025 yang dirilis pada 2026 tercatat sebesar 30,54. Angka tersebut menurun dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 70,65.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Rachmi Amir Singi menegaskan penurunan angka tersebut bukan disebabkan karena menurunnya kinerja di daerah. Penurunan IPLM tersebut melainkan disebabkan karena adanya perubahan instrumen penilaian yang diterapkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) saat proses penilaian sedang berlangsung.
“Di pertengahan penilaian itu Perpustakaan Nasional mengeluarkan instrumen baru. Instrumen baru ini yang harus kami penuhi dalam waktu kurang lebih tiga bulan,” ujarnya di Kantor Dispusaka Sulteng, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, perubahan instrumen tersebut berdampak pada seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan, daerah dengan nilai IPLM tertinggi secara nasional hanya berada pada kisaran 50 poin yang diraih Jawa Timur.
Ia mengatakan Perpusnas juga mengakui adanya kendala dalam penerapan instrumen baru tersebut karena diberlakukan saat tahapan penilaian sudah berjalan. Kondisi itu menyebabkan hampir seluruh daerah mengalami penurunan nilai IPLM.
Meski demikian, Kepala Dispusaka Sulteng itu menegaskan tingkat kegemaran membaca masyarakat Sulawesi Tengah masih berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut menunjukkan minat baca masyarakat tetap tumbuh meskipun nilai IPLM mengalami penurunan.
“Untuk Provinsi Sulawesi Tengah 30,54, tetapi tingkat kegemaran membaca untuk Provinsi Sulawesi Tengah di atas rata-rata nasional,” katanya.
Siti menjelaskan, peningkatan IPLM ke depan akan difokuskan pada dua komponen utama, yakni kepatuhan dan kinerja. Pada tahun ini, aspek kinerja mendapat bobot penilaian lebih besar sehingga menjadi perhatian utama dalam upaya perbaikan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana perpustakaan, serta akreditasi perpustakaan sekolah menjadi faktor penting untuk mendongkrak nilai IPLM Sulawesi Tengah.
“Kinerja itu sumber daya manusianya harus disiapkan, kemudian sarana prasarananya juga harus disiapkan, dan yang paling penting keikutsertaan perpustakaan-perpustakaan sekolah yang harus terakreditasi,” ucapnya.
Selain melakukan penguatan di sektor pendidikan, Dispusaka Sulteng juga terus mendukung pengembangan literasi di wilayah pelosok melalui bantuan koleksi buku dan dukungan pembangunan perpustakaan desa. Bantuan tersebut diberikan kepada desa yang mengajukan permohonan melalui program yang tersedia di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tengah.
Rachmi berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta satuan pendidikan dapat memperkuat budaya literasi masyarakat. Dengan dukungan tersebut, nilai IPLM Sulawesi Tengah diharapkan dapat meningkat pada periode penilaian berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....