Investasi Rp 68,7 Triliun di Sulteng Serap 19 Ribu Tenaga Kerja
- 05 Sep 2026 18:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan realisasi investasi di daerah ini pada Semester I 2026 telah menyerap 19.114 tenaga kerja Indonesia. Jumlah penyerapan tenaga kerja tersebut tumbuh 22,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 15.630 orang.
"Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan realisasi investasi Sulawesi Tengah yang mencapai 6,97 persen secara tahunan," kata Kepala DPMPTSP Sulteng Mohammad Rifani Pakamundi di Palu, Sabtu, 5 September 2026.
Menurut Rifani, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nilai investasi menunjukkan dampak positif investasi terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Ini menunjukkan investasi yang masuk semakin berkualitas dari sisi penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Berdasarkan data DPMPTSP Sulteng, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp 68,70 triliun. Capaian tersebut tumbuh 6,97 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp 64,22 triliun.
Dari sisi sumber modal, investasi asing menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp 64,73 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri mencapai Rp 3,96 triliun.

Rifani mengatakan proyek investasi Penanaman Modal Asing menyerap 12.614 tenaga kerja Indonesia. Sementara proyek Penanaman Modal Dalam Negeri menyerap 6.500 tenaga kerja Indonesia.
Selain tenaga kerja Indonesia, investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah juga melibatkan 1.892 tenaga kerja asing atau sekitar 9,01 persen dari total tenaga kerja yang tercatat.
“Rasio tenaga kerja Indonesia berbanding tenaga kerja asing mencapai 10,10 banding satu,” kata Rifani.
Berdasarkan sebaran wilayah, tenaga kerja asing masih terkonsentrasi di Kabupaten Morowali yang menjadi pusat kawasan industri berbasis pengolahan mineral.
Sementara itu, seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah tercatat memiliki realisasi investasi pada Semester I 2026, meskipun nilai investasi terbesar masih terkonsentrasi di Kabupaten Morowali.
Rifani mengatakan pemerintah daerah akan terus menjaga iklim investasi sekaligus mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Ke depan, pemerintah terus berupaya mendorong investasi yang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan penyerapan lebih dari 19 ribu tenaga kerja pada Semester I, investasi di Sulawesi Tengah diharapkan terus memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....