Paripurna Perubahan APBD 2026, Badan Anggaran DPRD Sulteng Soroti Penyerapan OPD
- 19 Sep 2026 05:33 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Paripurna Penetapan Perubahan APBD Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Moh. Yamin, Jumat 18 September 2026, tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, H. Muhammad Arus Abdul Karim.
Dalam Perubahan APBD tahun ini, target pendapat daerah mengalami kenaikan sebesar Rp140,83 miliar menjadi Rp4,968 triliun. Sejalan dengan itu, belanja daerah juga bertambah sebesar Rp80,654 yang semula Rp4,93 triliun menjadi Rp5,11 trilun.
Sementara itu, struktur penerimaan pembiayaan mengalami penurunan dari Rp152,8 miliar rupiah menjadi Rp72,619 miliar rupiah. Pengeluaran pembiayaan daerah juga mengalami penyesuaian dar Rp50 miliar menjadi Rp30 miliar.
Sebelum penandatanganan berita acara bersama, Badan Anggaran melaporkan hasil rapat terkait postur perubahan ini. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dandi Adhy Prabowo, memaparkan beberapa catatan penting yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pelaksanaan perubahan tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan penting adalah realisasi keuangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikulturan yang baru mencapai 31,59 persen. Beberapa kendala seperti efisiensi hingga pemblokiran penarikan anggaran menjadi pemicu lambatnya penyerapan anggaran.
"Kami meminta percepatan penyelesaian hambatan pengadaan, penyediaan benih unggul, sarana produksi, pompa air, sarana pengairan dan buffer stock benih padi karena hal tersebut berdampak langsung pada masyarakat," ucap Dandi.
Realisasi rendah juga dialami oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan akibat penurunan pagu anggaran. Percepatan realisasi ditegaskan tidak boleh sekadar mengejar penyerapan semata, namun juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan perhatian khusus terhadap stabilitas harga, ketahanan pangan, dan inflasi. Selain itu, anggaran juga didorong untuk dimanfaatkan secara optimal pada penguatan investasi dan perizinan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pencipataan lapangan kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Dandi juga mengapresiasi program Berani Cerdas yang dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Namun, kendala verifikasi dan validasi terhadap perguruan tinggi diharapkan dapat diperkuat agar penyaluran beasiswa dapat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dukungan juga dinyatakan terhadap program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikenal dengan 9 Berani. Meski demikian, penganggaran yang berkeadilan diharapkan dapat diberikan kepada OPD yang bukan merupakan pengampu program tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....