Hilirisasi Sulteng Capai Rp 56,1 Triliun Semester I 2026, Tertinggi se-Indonesia

  • 05 Sep 2026 18:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Sulawesi Tengah mencatatkan diri sebagai daerah dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar di Indonesia pada Semester I 2026. Nilai investasi hilirisasi di daerah ini mencapai Rp 56,1 triliun atau setara 18,7 persen dari total realisasi hilirisasi nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah Mohammad Rifani Pakamundi mengatakan capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah pada peringkat pertama nasional untuk realisasi investasi hilirisasi.

“Sulawesi Tengah menjadi lokasi hilirisasi terbesar nasional pada semester satu 2026 dengan realisasi mencapai Rp 56,1 triliun atau sekitar 18,7 persen dari total hilirisasi nasional,” kata Rifani di Palu, Sabtu, 5 September 2026.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), total realisasi investasi hilirisasi nasional pada Semester I 2026 mencapai Rp 300,1 triliun. Dengan capaian tersebut, hampir satu dari lima rupiah investasi hilirisasi nasional terealisasi di Sulawesi Tengah.

Rifani mengatakan, realisasi investasi hilirisasi tersebut juga memberikan kontribusi besar terhadap total investasi Sulawesi Tengah yang pada Semester I 2026 mencapai Rp 68,70 triliun.

“Realisasi hilirisasi sebesar Rp 56,1 triliun itu menyumbang sekitar 81,66 persen dari seluruh realisasi investasi Sulawesi Tengah pada semester satu tahun ini,” ujarnya.

Menurut Rifani, capaian tersebut tidak terlepas dari berkembangnya kawasan industri dan investasi berbasis pengolahan sumber daya alam, khususnya industri pengolahan mineral di Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan, industri logam dasar masih menjadi sektor dengan kontribusi investasi terbesar di Sulawesi Tengah. Pada Semester I 2026, realisasi investasi sektor tersebut mencapai Rp 51,45 triliun atau sekitar 74,90 persen dari total investasi daerah.

Selain industri logam dasar, sektor industri kimia dan farmasi serta listrik, gas, dan air juga memberikan kontribusi besar terhadap realisasi investasi di Sulawesi Tengah.

“Capaian hilirisasi ini menunjukkan Sulawesi Tengah memiliki peran strategis dalam pengembangan industri pengolahan nasional,” katanya.

Namun demikian, Rifani menilai pengembangan hilirisasi ke depan perlu terus diperkuat dengan memperluas sektor industri agar tidak hanya bergantung pada satu komoditas.

Menurutnya, penguatan iklim investasi dan pengembangan kawasan industri tetap menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan investasi hilirisasi di Sulawesi Tengah.

Pemerintah daerah, kata dia, juga terus berupaya memperkuat kemitraan antara industri besar dengan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Capaian semester satu ini kita harapkan dapat menjadi modal bagi Sulawesi Tengah untuk mempertahankan posisi sebagai daerah tujuan utama investasi hilirisasi nasional hingga akhir tahun," ujar Rifani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....