Bupati Donggala Pastikan Pelaksanaan SPMB SNT 2026 Berjalan Sesuai Ketentuan

  • 27 Jul 2026 11:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Bupati Donggala Vera Elena Laruni meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di SMP Negeri 2 Banawa, Kabupaten Donggala, Senin, 27 Juli 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.

Dalam peninjauan itu turut hadir Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Anis, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Donggala Ansyar Sutiadi.

Dengan mengenakan pakaian berwarna cokelat, Bupati Vera meninjau sejumlah tahapan SPMB, mulai dari proses registrasi, verifikasi peserta, hingga pelaksanaan tes. Ia juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta berdialog dengan peserta dan panitia pelaksana.

Vera mengatakan Pemerintah Kabupaten Donggala terus mengawal pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai upaya menghadirkan layanan pendidikan berkualitas di daerah.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Dusun Lapaloang, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi pembangunan sekolah permanen. Namun, pada tahap awal, pihaknya menyiapkan sekitar 10 hektare lahan untuk segera dihibahkan kepada pemerintah pusat.

“Lahan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah, kemudian akan kami hibahkan kepada kementerian. Setelah itu pembangunan seluruh fasilitas menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Vera.

Menurutnya, Sekolah Nasional Terintegrasi yang pembangunannya dijadwalkan dimulai pada akhir 2026 akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan olahraga bertaraf internasional, termasuk lapangan sepak bola dan sarana penunjang lainnya.

Vera juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap Program SNT cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar jenjang SMP yang telah melampaui kuota tersedia. Sementara itu, untuk jenjang SMA, pemerintah daerah masih terus melakukan sosialisasi agar lebih banyak siswa memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Untuk SMP pendaftarnya sudah penuh, bahkan melebihi kuota. Sementara untuk SMA kami terus melakukan sosialisasi agar lebih banyak siswa memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Ia menilai SNT memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sekolah pada umumnya. Selain didukung fasilitas pembelajaran yang modern, tenaga pendidik di sekolah tersebut juga direkrut melalui seleksi nasional sehingga kualitasnya telah terukur.

“Semua tenaga pendidiknya diseleksi di tingkat nasional sehingga kualitasnya benar-benar terukur,” katanya.

Selain itu, lanjut Vera, peserta didik nantinya akan mendapatkan dukungan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk perangkat laptop untuk menunjang proses belajar. SNT juga menerapkan kurikulum berstandar internasional dengan penguatan kompetensi bahasa asing.

“Setiap siswa nantinya akan difasilitasi laptop untuk mendukung pembelajaran. Selain bahasa Inggris sebagai penguatan utama, siswa juga memiliki pilihan mempelajari bahasa asing,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Donggala menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tengah yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi, sekaligus menjadi satu dari 17 daerah di Indonesia yang dipercaya mengimplementasikan program tersebut pada tahap awal.

Sambil menunggu pembangunan gedung permanen selesai, Pemerintah Kabupaten Donggala memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dimulai pada tahun ajaran 2026/2027 dengan memanfaatkan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mahvali di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi transisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....