Pemkab Donggala Perluas Akses KUR untuk Dorong Produktivitas Petani Jagung
- 16 Agt 2026 05:53 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala mendorong perluasan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung untuk mengatasi keterbatasan modal sekaligus meningkatkan produktivitas dan kemandirian usaha tani.
"Keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan usaha, mulai dari pengadaan benih, pupuk, obat-obatan, pengolahan lahan hingga kebutuhan produksi lainnya," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni di Banawa, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Vera, KUR dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang membantu petani meningkatkan kapasitas usaha dan produktivitas apabila dimanfaatkan secara tepat.
Ia mengatakan keberhasilan program KUR tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan kemampuan petani dalam mengelola modal secara bertanggung jawab.
"Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan, petani jagung kita harapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha secara mandiri, serta memiliki daya saing yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Koperasi RMP Indonesia Mandiri, Ronny Tanusaputra, mengingatkan agar pembiayaan KUR dikelola secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Menurut Ronny, KUR harus dipandang sebagai modal kerja untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar dana pinjaman. Karena itu, petani perlu memiliki perencanaan usaha yang matang, melakukan pencatatan keuangan, memantau penggunaan dana, serta memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penyaluran dana saja, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang kokoh dalam peningkatan kualitas produksi, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran jagung — sehingga nilai tambah usaha tani sepenuhnya kembali kepada petani,” kata Ronny.
Ia juga meminta petani penerima KUR menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan dan pengembalian kredit. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan perbankan dan pemerintah sehingga skema pembiayaan dapat terus dimanfaatkan oleh petani lainnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Donggala, pada tahun 2025 luas areal eksisting jagung mencapai 10.000 hektare, sementara luas areal potensial mencapai 12.000 hektare. Selain itu, luas tanam jagung tercatat 4.746 hektare dengan luas panen 2.630 hektare dan produksi mencapai 11.786 ton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....