Pemprov Sulteng Pacu Cakupan Cek Kesehatan Gratis hingga 45 Persen Tahun Ini
- 21 Jul 2026 06:26 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ditargetkan dapat memenuhi cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 45 persen pada tahun 2026. Program tersebut dihadirkan oleh Pemerintah Pusat sebagai upaya untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sekaligus menekan resiko penyakit tidak menular di tengah masyarakat.
Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinis Sulawesi Tengah, dr. Rizqa, menuturkan, hingga saat ini cakupan tersebut belum memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat partisipasi yang masih minim.
"Sekarang ini masih banyak masyrakat yang tidak mau cek dengan berbagai alasan, seperti takut dengan hasilnya, kemudian tidak tahu harus ke mana," ucap dr. Rizqa saat mengisi program dialog Pro 1 RRI Palu, "Palu Menyapa", Jumat 17 Juli 2026.
Selain itu, terdapat beberapa tantangan lainnya yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapanKepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinis Sulawesi Tengah, dr. Rizqagan. Salah satunya kelancaran pendistribusian Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang realisasinya saat ini turut dibantu oleh Pemerintah Provinsi.
"Sebenarnya di pemeritnah pusat mengatakan akan men-support BMHP tersebut. Cuma karena jumlahnya sangat besar di Seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi tengah, jadi biasanya ada hambatan terkait pengiriman BMHP tersebut," tambahnya.
Kondisi Geografis wilayah cukup luas juga disebut dr. Rizqa juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan cakupan CKG . Terkait hal ini pemerintah provinsi menyiapkan langkah strategis agar program tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Diantaranya dengan memanfaatkan momentum Hari Kesehatan Nasional untuk memberikan penghargaan kepada puskesmas dengan capaian CKG tertiggi. Melalui stimulus ini diharapkan fasilitas kesehatan di seluruh daerah dapat melahirkan inovasi yang masif untuk menghadirkan layanan ini ditengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat & Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Untad, Prof. Dr. dr Ketut Suarayasa menyebut tidak mudah untuk mengubah perspektif masyarakat dari "berobat saat sakit" menuju "mencegah sebelum sakit". Namun, ia menilai saat ini telah terjadi pergeseran ke arah yang lebih positif, salah satunya gaya hidu sehat.
"Saya kira bergayung sambut dengan program Pemerintah CKG yang berupaya unuutk mencegah. Di satu sisi memang ada satu nilai di tingkat masyarakat yang sudah berubah. Tinggal dipadukan saja memang butuh waktu, saya kira perlu strategi unutk menjadikan ini nilai atau menggeser budaya yang ada," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....