Cegah Penyakit Tidak Menular, Dinkes Palu Dorong Generasi Muda Manfaatkan CKG
- 02 Jun 2026 13:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan kini memfokuskan program intervensi kesehatan pada deteksi dini dua penyakit tidak menular (PTM) utama, yakni hipertensi dan diabetes. Langkah antisipasi ini gencar menyasar masyarakat usia produktif mulai dari rentang umur 15 hingga 59 tahun di seluruh wilayah kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, menjelaskan bahwa pemkot telah menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengontrol faktor risiko komplikasi kronis. Generasi muda diimbau untuk segera memeriksakan diri secara berkala serta mulai membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis berlebih.
“Kami fokus pada pencegahan diabetes dan hipertensi karena komplikasi dari kedua penyakit tidak menular ini dapat merusak organ vital, kami mengajak anak muda usia produktif untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis ini di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar dr. Rochmat dalam program Palu Menyapa di Studio Pro 1 RRI Palu, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kadis Kesehatan Kota Palu juga menyoroti fenomena gaya hidup remaja masa kini yang gemar mengonsumsi aneka minuman manis yang sedang tren di media sosial. Kebiasaan tersebut, jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, akan memperbesar potensi risiko terkena diabetes pada usia dini, terutama bagi yang memiliki riwayat genetik keluarga.
“Boleh saja menikmati berbagai makanan, namun jangan berlebihan dan pastikan asupannya tidak hanya bergizi tetapi juga aman dari zat berbahaya dan harus membiasakan diri untuk aktif bergerak, berolahraga secara teratur, serta menghindari perilaku merokok,” ucapnya.
Pencegahan sejak dini menurutnya sangat krusial mengingat biaya pengobatan untuk penyakit komplikasi seperti gagal ginjal dan jantung cukup besar. Walaupun biaya pengobatan saat ini sudah ditanggung oleh program BPJS Kesehatan, dr. Rochmat menegaskan bahwa menjaga diri agar tetap sehat jauh lebih utama.
“Memang seluruh pengobatan sudah dijamin gratis oleh BPJS Kesehatan, tetapi prinsipnya tidak ada satu pun orang normal yang ingin jatuh sakit. Keberhasilan program kesehatan itu diukur dari semakin sedikitnya masyarakat yang datang berobat,” ucapnya.
Guna memaksimalkan capaian Standar Pelayanan Minamal (SPM) ini, Dinas Kesehatan Kota Palu rutin menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Instruksi resmi mengenai penerapan Germas ini bahkan telah dikeluarkan langsung oleh Wali Kota Palu untuk didukung oleh seluruh lintas sektor dan lembaga.
“Tim dari dinas dan Puskesmas juga secara berkala turun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur kaya serat,” ucapnya.
dr. Rochmat mengingatkan bahwa kebiasaan hidup sehat harus dipupuk dan dijadikan sebuah budaya sejak dini, mulai dari lingkungan sekolah. Pembiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi penerus Kota Palu yang bugar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....