UPT Labkes Sulteng Perluas CKG lewat Program Jemput Bola

  • 20 Jul 2026 14:37 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengandalkan program jemput bola guna memperluas cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di daerah ini. Langkah ini ditempuh sekaligus memperkuat literasi kesehatan masyarakat luas.

Saat ini, lembaga tersebut menghadirkan program CKG khusus pasien Prolanis atau masyarakat dengan riwayat penyakit kronis, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan hipertensi. Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Rizqa, menuturkan hingga enam bulan berjalan, program tersebut telah menyasar ribuan masyarakat dengan turun langsung ke berbagai daerah.

"Setiap bulan kami turun ke lapangan, berbagai kabupaten, tidak hanya di Kota Palu. Kami sudah turun ke Poso, Donggala, Sigi, dan ke pelosok-pelosok untuk menjemput bola pasien-pasien kronis kami datangi untuk bisa dicek kesehatannya. Sejauh ini sudah hamppir 2000 yang kami lakukan pemeriksaan dalam kurun waktu tersebut," ujar dr. Rizqa saat mengisi program Pro 1 RRI Palu "Palu Menyapa", Jumat 17 Juli 2026.

Ditambahkan, selain untuk pasien Prolanis, lembaga kesehatan ini juga menggelar CKG khusus ASN, yang merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan mengunjungi setiap instansi OPD, disebut kesadaran pegawai terhadap kesehatan mereka kini semakin meningkat.

"Jadi kami keliling nih semua OPD Provinsi, kurang lebih 5000 peserta yang sudah kami cek dan mereka bilang, "Wah, ini gara-gara ada program ini akhirnya saya baru tahu ini saya menderita ini, saya menderita itu." Dan hasilnya pun sudah kita serahkanke pimpinan daerah sebagai bahan evaluasi," jelasnya.

Pemerintah Provisi Sulawesi Tengah, sebut dr. Rizqa, menargetkan cakupan layanan CKG tahun ini dapat mencapai 45 persen, sesuai dengan target nasional. Untuk itu, puskesmas di seluruh daerah terus dipacu untuk melahirkan inovasi yang masif dengan menggelar CKG secara berkala.

"Salah satu contohnya seperti di Sigim ada pesta pernikahan, tim dari puskesmas turun untuk melakukan CKG. Jadi tim ini tidak menunggu di Puskesmas, tapi melihat di mana ada masyarakat berkumpul, mereka datang untuk melakukan CKG," tutur dr. Rizqa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....