Donggala Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting
- 25 Jun 2026 20:29 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut. Hal itu dilakukan melalui pertemuan lintas sektoral antara Kementerian Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Palu, dan instansi terkait yang berlangsung di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Rabu, 24 Juni 2026.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Donggala Isngadi menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek tata kelola, koordinasi, penganggaran, validitas data, hingga pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif di lapangan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi dan akselerasi program penurunan stunting melalui penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Tahun 2026 harus menjadi momentum konsolidasi dan akselerasi percepatan penurunan stunting. Saya berharap seluruh pihak terkait benar-benar fokus pada intervensi yang memiliki daya ungkit tinggi, terutama bagi calon pengantin, ibu hamil, dan anak di bawah dua tahun,” ujar Isngadi.
Menurutnya, berbagai intervensi yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan meningkatkan capaian indikator statistik, tetapi juga harus mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga.
Pemerintah Kabupaten Donggala juga, kata dia, mendukung penuh Program Berani Pelita Hati yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas tumbuh kembang balita menuju Generasi Emas Sulawesi Tengah. Program tersebut direncanakan dilaksanakan di Desa Nupa Bomba, Kecamatan Tanantovea.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Kesehatan Mahmud Fauzi mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai sektor melalui intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam percepatan penurunan stunting. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat, kita dapat memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas generasi masa depan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Palu, Kadar Ramadhan menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.
Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting memerlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
“Sinergi yang telah terbangun diharapkan dapat terus diperkuat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Donggala,” ujarnya.
Melalui pertemuan lintas sektoral ini, Pemerintah Kabupaten Donggala berharap seluruh hasil dan rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti hingga tingkat kecamatan dan desa guna mempercepat pencapaian target penurunan stunting secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....