LPPM Untad Dampingi UMKM Balaesang Donggala Tingkatkan Daya Saing Produk

  • 07 Agt 2026 03:25 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (Untad) menggelar pendampingan pengemasan produk pertanian bagi pelaku UMKM di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Ekspo UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Kegiatan dibuka Camat Balaesang dan dihadiri Kepala LPPM Untad Dr. Lukman, M.Hum., Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untad Dr. Adrianton, S.P., M.P., Sekretaris LPPM Untad Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.Sc., Kepala Halal Center Untad Budi, S.Pd., M.Pd., para kepala desa, mahasiswa KKN Untad dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta pelaku UMKM dari sejumlah desa di Kecamatan Balaesang.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat dan KKN Untad, Dr. Adrianton, mengatakan inovasi kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai jual produk pertanian yang dihasilkan masyarakat.

"Produk olahan yang dikemas dengan baik akan lebih menarik, memiliki daya simpan yang lebih baik, dan meningkatkan daya saing di pasar. Kami mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN Untad dan UGM bersama para pelaku UMKM dalam mendukung pengembangan produk lokal," ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Untad, Dr. Lukman, menjelaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui KKN diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat, sehingga berbagai inovasi yang diperkenalkan dapat terus dikembangkan meski masa KKN telah berakhir.

"Kami berharap program pengabdian masyarakat tidak berhenti ketika KKN selesai. Harus ada manfaat yang terus dirasakan masyarakat dan dapat dilanjutkan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi desa," katanya.

Menurut Lukman, kemasan yang menarik menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk. Selain menjaga kualitas produk, kemasan juga berpengaruh terhadap minat konsumen.

"Sebuah produk yang dikemas dengan baik akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan produk yang dipasarkan tanpa kemasan yang menarik. Karena itu, inovasi kemasan menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM," jelasnya.

Dalam program tersebut, LPPM Untad menerjunkan 70 mahasiswa KKN di 10 desa di Kecamatan Balaesang untuk mendampingi pelaku UMKM dalam penerapan teknologi pengemasan produk yang lebih modern.

Camat Balaesang, Asrun Kalam Djalaba, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan perguruan tinggi dapat meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

"Kami sangat mengapresiasi program LPPM Untad. Pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah kecamatan akan mendorong pemerintah desa menjadikan pengelolaan produk UMKM sebagai bagian dari unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran produk lokal, termasuk ke jaringan ritel modern setelah memenuhi persyaratan, termasuk sertifikasi halal.

Selain pendampingan kemasan, Halal Center Untad juga memberikan pendampingan terkait proses sertifikasi halal bagi produk UMKM yang telah memenuhi ketentuan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa di Kecamatan Balaesang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....