Wagub Sulteng Tekankan Peran Ayah dan Pemberdayaan Lansia

  • 25 Jun 2026 15:50 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dan pemberdayaan lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan produktif di Sulawesi Tengah. Menurutnya, kedua hal tersebut harus berjalan beriringan agar pembangunan daerah dapat memberi manfaat bagi seluruh kelompok usia.

Hal itu disampaikan Wagub Reny saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Sulawesi Tengah di Kota Palu, Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap lansia sekaligus menegaskan pentingnya peran ayah dalam keluarga.

Ia menyebut, kegiatan yang mengangkat Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (SIDAYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menilai, meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut akibat bonus demografi perlu diantisipasi dengan program yang tepat dan berkelanjutan.

Menurutnya perhatian terhadap lansia perlu terus diperkuat agar kelompok usia lanjut tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental. Salah satu langkah yang dinilainya sangat baik adalah keberadaan Sekolah Lansia yang telah dibentuk di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

"Saat ini bonus demografi terus meningkat dan jumlah lansia juga akan semakin banyak, sehingga keberadaan Sekolah Lansia menjadi langkah yang sangat baik untuk memastikan para lansia tetap sehat, aktif, dan produktif," ujar Wagub Sulteng.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada tujuh Sekolah Lansia di Sulawesi Tengah. Menurutnya, jumlah tersebut perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak lansia yang dapat mengikuti kegiatan pembinaan, edukasi, dan pemberdayaan secara berkelanjutan.

"Saya melihat saat ini sudah ada tujuh Sekolah Lansia di Sulawesi Tengah. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan perlu terus dikembangkan ke depan," katanya.

Selain pemberdayaan lansia, Wagub juga menyoroti pentingnya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam memperkuat ketahanan keluarga. Ia menegaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.

"Anak-anak tidak bisa tumbuh dan berkembang hanya dengan peran ibu. Mereka membutuhkan kehadiran ayah dan ibu secara bersama-sama, sehingga Gerakan Ayah Teladan Indonesia menjadi program yang sangat baik untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak," ucapnya.

Ia menambahkan, kehadiran ayah dalam kehidupan anak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kekuatan mental generasi muda. Karena itu, ia mendukung berbagai upaya yang mendorong para ayah untuk lebih aktif hadir dalam momen-momen penting anak, termasuk saat penerimaan rapor di sekolah.

"Tadi juga disampaikan bahwa saat penerimaan rapor di sekolah diharapkan para ayah dapat hadir mendampingi anak-anaknya. Hal-hal sederhana seperti itu memiliki dampak besar bagi perkembangan anak," ucapnya.

Terkait pemberdayaan lansia, Wagub Reny menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga telah menjalankan sejumlah program pendukung, termasuk olahraga lansia dan kegiatan silaturahmi rutin yang melibatkan para lanjut usia. Program tersebut dinilai penting agar lansia tetap merasa dihargai, tidak terisolasi, dan tetap memiliki semangat hidup yang baik setelah memasuki masa pensiun.

"Kami memiliki berbagai kegiatan untuk lansia, termasuk olahraga lansia yang dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan berbagai pihak. Lansia perlu memiliki ruang untuk bersilaturahmi, berolahraga, dan tetap aktif agar tidak merasa sendiri setelah memasuki masa pensiun," ujarnya.

Ia menegaskan, olahraga yang diberikan kepada lansia juga disesuaikan dengan kondisi usia mereka sehingga tetap aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Kegiatan seperti senam lansia dan pertemuan sosial disebutnya menjadi sarana yang efektif untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antar sesama lansia.

"Kalau lansia rutin mengikuti kegiatan bersama, baik olahraga maupun pertemuan-pertemuan sosial, mereka akan tetap produktif, sehat, dan memiliki semangat hidup yang baik," katanya.

Pada momentum Hari Keluarga Nasional, Wagub Sulteng juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk memperkuat peran ayah dan ibu dalam mendidik anak-anak sejak dari lingkungan keluarga. Menurutnya, ketahanan keluarga harus dibangun dari rumah agar lahir generasi yang kuat secara mental dan mandiri dalam menghadapi tantangan masa depan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar ayah dan ibu bersama-sama mendidik anak-anak. Ketahanan keluarga harus dibangun dari dalam rumah, sehingga jika keluarga kuat maka akan lahir generasi yang tangguh dan mandiri," ujarnya.

Reny menegaskan, keberhasilan program keluarga dan pemberdayaan lansia tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi, BKKBN, pemerintah kabupaten dan kota, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen keluarga.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus berkolaborasi dengan BKKBN, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai organisasi masyarakat untuk memperkuat program-program keluarga dan pemberdayaan lansia agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," katanya.

Ia berharap, melalui penguatan peran keluarga dan perhatian terhadap lansia, Sulawesi Tengah dapat melahirkan generasi yang lebih sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan dukungan semua pihak, ia optimistis tujuan tersebut dapat diwujudkan secara bersama-sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....