BKKBN Sulteng Gelar Gerakan Lansia Tangguh dan Ayah Teladan
- 25 Jun 2026 15:17 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN perwakilan Sulawesi Tengah menggelar Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (SIDAYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di halaman kantor BKKBN, Kota Palu, Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lansia Nasional ke-30 sekaligus Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat di Sulawesi Tengah. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang ditandai dengan pelepasan balon.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, mengatakan momentum Harganas tahun ini harus menjadi pengingat kolektif bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun bangsa. Keberadaan para lanjut usia (lansia) juga dinilai memegang peran krusial sebagai sumber teladan dan penjaga nilai luhur bagi generasi muda.
“Momentum ini mengingatkan kita semua bahwa keluarga adalah pondasi utama bangsa, sementara para lanjut usia merupakan sumber inspirasi sekaligus penjaga nilai dan teladan yang patut kita hormati,” ujar Nuryamin.
Nuryamin menjelaskan, peringatan Harganas 2026 mengusung tema Ayah Wajib Hadir untuk mengampanyekan pentingnya kedekatan emosional figur ayah dalam pengasuhan anak. Optimalisasi peran ayah di dalam rumah tangga dinilai memiliki korelasi besar terhadap keberhasilan pemenuhan gizi dan penanganan kasus kekerdilan (stunting).
“Tema ini menekankan pentingnya kesadaran, komitmen, dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan keluarga, khususnya melalui optimalisasi peran ayah dalam pengasuhan anak serta pemberdayaan lansia agar tetap tangguh, produktif, demi terciptanya generasi emas yang bebas stunting,” ucapnya.
Melalui perpaduan gerakan SIDAYA dan GATI, BKKBN Sulteng berkomitmen menciptakan ekosistem lingkungan keluarga yang harmonis, sehat, dan seimbang di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Keterlibatan aktif figur ayah dan pemberdayaan lansia yang tangguh diharapkan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN Sulteng juga melaporkan perkembangan program Sekolah Lansia yang saat ini baru terbentuk sebanyak tujuh unit di wilayah Sulawesi Tengah. Untuk mengoptimalkan program tersebut, pihaknya telah membangun komunikasi intensif dengan jajaran Tim Penggerak PKK di tingkat kecamatan hingga kabupaten yang menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh.
Nuryamin menerangkan, Sekolah Lansia ini dikonsep sebagai ruang pertemuan bulanan yang edukatif namun tetap berbasis rekreasi dengan frekuensi 12 hingga 16 kali pertemuan. Di dalam ruang belajar tersebut, para lansia akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan berkala, kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, serta aktivitas sosial lainnya di fasilitas umum maupun tempat ibadah.
“Sekolah Lansia ini hadir sebagai wadah strategis untuk memberdayakan lansia kita agar mereka tetap mandiri, memiliki semangat hidup yang tinggi, dan senantiasa sehat di usia senja. Melalui interaksi yang menyenangkan ini, kualitas hidup para lansia dapat terus terjaga dengan baik,” ucapnya.
Guna memperluas daya jangkau program, BKKBN Sulteng secara khusus mengharapkan dukungan dari Wakil Gubernur serta Ketua Tim Penggerak PKK agar pembentukan Sekolah Lansia dapat bergerak lebih masif. Target ke depan adalah melalui kolaborasi bersama Dinas Pengendalan Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) di kabuaten/kota untuk mewujudkan minimal satu Sekolah Lansia di setiap kecamatan.
Langkah akselerasi ini dinilai mendesak mengingat jumlah populasi lansia terus meningkat seiring membaiknya derajat kesehatan dan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat. Pengawalan terhadap kelompok lansia di masa tuanya secara tidak langsung akan meringankan beban psikologis keluarga pada usia produktif.
“Kami optimis jika kelompok lansia kita tetap berdaya dan sehat, maka keluarga pada usia produktif dapat lebih maksimal dalam menjalankan peran ekonominya secara mandiri. Sinergi lintas generasi inilah yang akan menjadi modal utama kita dalam memperkuat ketahanan keluarga menuju Indonesia Maju di tahun 2045,” ucap Nuryamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....