Rembuk Stunting, Pemkot Palu Perkuat Strategi Penanganan Stunting
- 10 Mar 2026 12:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin langsung jalannya kegiatan Rembuk Stunting. Kegiatan itu digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palu. Wawali Imelda menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palu dalam menekan angka stunting melalui langkah-langkah yang terukur dan kolaboratif.
“Ini adalah kali kedua saya memimpin rapat rembuk stunting hari ini sebagai bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Palu dalam menekan angka stunting,” ujar Imelda.
Baca Juga: Pemkot Palu Tingkatkan Kesiapan Hadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah
Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting pada tahun sebelumnya sekaligus memperkuat strategi intervensi pada tahun berjalan. Ia menjelaskan delapan kecamatan di Kota Palu menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Oleh karena itu, para camat bersama unsur terkait diminta untuk memaparkan perkembangan program penanganan stunting di wilayah masing-masing, termasuk berbagai kendala yang ditemui di lapangan. Lebih lanjut, Imelda menekankan bahwa pendekatan pencegahan stunting perlu lebih diarahkan pada masa kehamilan, sehingga perhatian terhadap ibu hamil dan calon ibu hamil harus semakin diperkuat.
“Fokus penanganan stunting harus kita ubah, yaitu lebih menekankan pada masa kehamilan. Artinya perhatian kita harus lebih besar kepada ibu hamil dan calon ibu hamil,” ucapnya.
Wawali Imelda berharap melalui rembuk stunting ini dapat terbangun komitmen yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan dalam menurunkan angka stunting di Kota Palu.
“Tujuan rembuk stunting ini adalah membangun komitmen bersama seluruh stakeholder dalam pencegahan dan penurunan stunting. Mulai dari kader posyandu, puskesmas, kelurahan, hingga PKK semuanya memiliki peran penting,” ucapnya.
Baca Juga: Wali Kota Palu Akan Tata Kawasan Tanggul Silabeta dan Pasar Inpres
Selain itu, Imelda juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta, agar upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kota Palu berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan penurunan angka stunting terbaik.
Atas capaian tersebut, Kota Palu memperoleh dana insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,1 miliar. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Palu pada tahun 2026.
“Kita bekerja bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak di Kota Palu. Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik bagi generasi penerus kita,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....