BKKBN Sulteng Dorong Pembentukan Sekolah Lansia di Setiap Kecamatan
- 25 Jun 2026 15:16 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN)Perwakilan Sulawesi Tengah mendorong pembentukan Sekolah Lansia di setiap kecamatan. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan pemberdayaan lanjut usia (lansia).
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, dalam kegiatan Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (SIDAYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digelar di halaman kantor Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, saat ini jumlah Sekolah Lansia di Sulawesi Tengah masih terbatas. Hingga pertengahan tahun 2026, baru tujuh Sekolah Lansia yang telah terbentuk di sejumlah daerah.
"Di Provinsi Sulawesi Tengah saat ini baru tujuh Sekolah Lansia yang terbentuk. Kami berharap ke depan pembentukan Sekolah Lansia dapat lebih masif melalui dukungan Tim Penggerak PKK maupun pemerintah daerah," ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan program pemberdayaan yang dirancang untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial para lansia melalui berbagai kegiatan edukatif dan rekreati dengan frekuensi 12 hingga 16 kali pertemuan. Di dalam ruang belajar tersebut, para lansia akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan berkala, kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, serta aktivitas sosial lainnya di fasilitas umum maupun tempat ibadah
"Pertemuan Sekolah Lansia dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan, majelis taklim, hingga aktivitas sosial lainnya. Tujuannya agar lansia tetap berdaya, sehat, dan produktif," ucapnya.
Ia mengatakan, peningkatan jumlah lansia menjadi konsekuensi dari membaiknya kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan upaya yang terencana agar para lansia tetap mendapatkan pendampingan dan ruang untuk beraktivitas.
"Harapan kami minimal setiap kecamatan memiliki satu Sekolah Lansia. Dengan demikian, para lansia dapat terus aktif, memiliki semangat hidup yang baik, dan tetap berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nuryamin juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung kesejahteraan lansia. Menurutnya, lansia yang sehat dan berdaya akan berdampak positif terhadap ketahanan keluarga.
"Kami yakin apabila lansia tetap sehat dan produktif, maka keluarga usia produktif juga dapat lebih optimal menjalankan perannya dalam membangun keluarga yang kuat menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Kegiatan SIDAYA dan GATI tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lansia Nasional ke-30 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Tahun ini, Harganas mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan serta penguatan ketahanan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....