Gubernur Anwar Hafid Tinjau Lima Desa Terdampak Gempa di Kecamatan Nokilalaki

  • 17 Jun 2026 13:54 WIB
  •  Palu

Poin Utama

  • Gubernur Sulteng tinjau langsung lima desa terdampak gempa di Sigi.
  • Pemprov siapkan bantuan darurat: tenda, air bersih, obat, dan sembako.
  • Penanganan difokuskan pada pemulihan warga dan asesmen kerusakan.

RRI.CO.ID, Sigi - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di lima desa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). Lima desa yang dikunjungi yakni Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur Forkopimda lainnya. Rombongan melakukan peninjauan lapangan dan menggelar rapat bersama para kepala desa untuk menyerap kebutuhan masyarakat terdampak.

Hasil rapat menunjukkan kebutuhan mendesak warga meliputi air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor akibat gempa.

“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Trauma warga masih terasa, bahkan seorang ibu terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih mengalami ketakutan akibat pengalaman gempa besar tahun 2018.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan 550 unit tenda terpal, bantuan selimut, tenda portable, serta sekitar 650 paket sembako bagi warga terdampak. Data sementara mencatat sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan melakukan suplai air bersih setiap hari hingga sumber air warga kembali normal.

“Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.

Pemerintah daerah juga melakukan asesmen terhadap rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Gubernur mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh unsur terkait memastikan penanganan darurat terus dilakukan hingga kondisi masyarakat terdampak kembali aman dan normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....