Pemprov Sulteng Dukung Penguatan Layanan Vaskular Melalui CVC-3
- 13 Jun 2026 22:04 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan dukungannya terhadap upaya penguatan layanan vaskular dan endovaskular melalui penyelenggaraan Celebes Vascular Conference ke-3 (CVC-3) oleh Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) Cabang Sulawei Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah (SulSelTraTeng).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengatakan CVC-3 menjadi forum strategis dalam mempertemukan para tenaga kesehatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman klinis, serta perkembangan teknologi terkini di bidang bedah vaskular dan endovaskular.
Pernyataan tersebut disampaikan Reny secara virtual melalui telekonferensi pada pembukaan Simposium CVC-3 yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu, 13 Juni 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI), serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ilmiah ini,” kata Reny.
Menurut Reny, penyelenggaraan konferensi tersebut memiliki nilai strategis di tengah meningkatnya tantangan kesehatan akibat penyakit vaskular. Ia menyebut perubahan pola hidup masyarakat dan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, serta penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi faktor yang mendorong meningkatnya kasus gangguan vaskular.
Kondisi itu, kata dia, menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, penguatan sistem rujukan, serta pemanfaatan teknologi medis yang lebih modern agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkualitas.
Olehnya, lanjut Reny, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang komprehensif, termasuk pelayanan bedah vaskular dan endovaskular.
"Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan rumah sakit," ujarnya.
Menurut Reny, pelayanan bedah vaskular dan endovaskular memiliki peran penting dalam menurunkan angka kecacatan maupun kematian akibat penyakit pembuluh darah. Untuk itu, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses layanan vaskular agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Pemerintah daerah berupaya meningkatkan akses layanan vaskular yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga pasien tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan yang memadai,” katanya.
Ia menambahkan, ketersediaan tenaga ahli yang kompeten serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu fokus yang terus didorong dalam pembangunan sektor kesehatan di Sulawesi Tengah.
Sebab itu, Reny berharap forum ilmiah seperti CVC-3 ini mampu melahirkan berbagai gagasan, inovasi, dan rekomendasi yang dapat menjadi dasar pengembangan layanan vaskular di kawasan timur Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat jejaring profesi dan kolaborasi antar tenaga kesehatan sehingga tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Semoga ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari selama kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih maju, tangguh, dan berdaya saing,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....