BI Sulteng Latih 36 Juleha hingga Sertifikasi BNSP

  • 06 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Banggai – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri halal melalui pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelatihan yang digelar di Swiss-Belinn Luwuk, Kabupaten Banggai itu diikuti sebanyak 36 peserta dari tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Moh Ramli Tongko.

Dalam sambutannya, Ramli mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang dinilai berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada sektor penyediaan pangan halal.

Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi menjadi kebutuhan penting untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya halal, tetapi juga aman dan higienis.

“Kegiatan ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga mampu menjadi tenaga profesional di bidangnya masing-masing,” ujarnya, Rabu, Selasa, 5 Mei 2026.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah, Miftachul Choiri, menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dalam memperkuat rantai nilai halal di daerah.

Ia menyebutkan, permintaan terhadap produk halal terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun global. Karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi agar mampu memenuhi standar yang berlaku.

“Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada sektor moneter, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya melalui pelatihan seperti ini, yang kami selenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya hingga peserta mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Miftachul.

Ia menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan lahir juru sembelih halal yang profesional, memahami syariat dengan baik, serta mampu menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses penyembelihan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang benar, hingga penanganan daging pasca sembelih agar tetap higienis dan layak konsumsi.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan standar kompetensi yang seragam bagi para juru sembelih halal di Sulawesi Tengah, sehingga kualitas produk daging yang dihasilkan dapat terjamin kehalalannya.

Para peserta menyambut positif pelatihan tersebut, terlebih seluruh proses mulai dari pelatihan hingga sertifikasi difasilitasi secara gratis. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja di sektor industri halal.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah dalam pengembangan industri halal di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....