SPM Donggala Terendah se-Sulteng, Disdikpora Siapkan Langkah Perbaikan

  • 02 Feb 2026 06:48 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Berdasarkan Rapor Pendidikan Daerah yang dirilis Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kabupaten Donggala pada Tahun 2025 hanya mencapai 59,56.

Angka itu menjadikan Kabupaten Donggala menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tengah yang masuk dalam kategori belum tuntas.

Dilihat dari laporan SPM itu, masih banyak indikator penilaian yang tergolong sedang bahkan kurang. Seperti halnya indikator kemampuan literasi dan numerisasi di jenjang sekolah dasar dan menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala Ansyar Sutiadi menyayangkan capaian SPM tersebut. Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dibenahi, terlebih dirinya baru saja menjabat.

Ia diketahui diangkat sebagai Kepala Disdikpora Donggala oleh Bupati Donggala Vera Elena Laruni pada Kamis, 29 Januari 2026.

"(SPM pendidikan) belum tuntas kita, rendah sekali. Ya, ini yang saya coba mau kita naikkan. Insyaallah secepatnya kita ke BPMP (Sulteng) mau cari tau apa penyebabnya," kata Ansyar di Donggala, Ahad, 1 Februari 2026.

Ansyar mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan selain mempelajari indikator-indikator penilaian SPM yang masih rendah adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap satuan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Donggala.

“Pertama, kita akan validasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) semua sekolah. Karena Dapodik itu jantungnya pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga akan melakukan pemerataan distribusi guru. Menurutnya, pendistribusian tenaga pendidik di daerah tersebut saat ini belum merata sehingga berdampak pada proses pembelajaran.

“Kita akan meredistribusi dan merelokasi guru-guru, pendidik yang saat ini mungkin dia tugas di Banawa, tapi tinggalnya di Pantai Barat atau sebaliknya. Nah, sehingga guru-guru ini dekat dengan keluarganya. Jadi, dia bisa fokus. Bagaimana dia mau fokus kalau dia berpikir keluarganya di mana,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ansyar juga akan melakukan asesmen terhadap kepala sekolah. Langkah tersebut bertujuan untuk menghasilkan kepala sekolah yang berkompeten dan profesional. Ia memastikan proses asesmen akan dilakukan secara objektif.

“Karena kepala sekolah itu yang menentukan keberhasilan di sekolah itu sekitar 80 persen peran kepala sekolah. Bahkan bisa dibilang 90 persen. Nah, maka kita ingin mendapatkan guru-guru terbaik yang untuk kita jadikan kepala sekolah. Begitu, ya. Jadi, tidak ada lagi nanti kepala sekolah berdasarkan kedekatan-kedekatan,” tegas Ansyar.

Di samping itu, ia juga akan mengupayakan digitalisasi di satuan pendidikan. Seluruh sekolah direncanakan akan disediakan jaringan internet guna mendukung kegiatan pembelajaran.

Bagi guru yang bertugas di wilayah sulit dijangkau, Ansyar menyebutkan akan diupayakan pemberian insentif tambahan sebagai bentuk perhatian dan dorongan peningkatan kinerja.

“Ini upaya cepat kita agar tadi standar pelayanan minimal kita bisa jadi bagus. Artinya kita berkeinginan pendidikan Donggala ini ya bisa (bersaing) dengan kabupaten kota lain lah di Sulawesi Tengah. Ya tidak lagi nanti urutan SPM-nya 13. Ya kalau kita bisa sampai 5 besar,” kata Ansyar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....