BPS Nunukan Tegaskan Sensus Ekonomi Tak Terkait Desil

  • 09 Sep 2026 05:49 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Sensus Ekonomi mencakup seluruh usaha dan keluarga tanpa membedakan skala usaha.
  • BPS meminta masyarakat memberikan data secara jujur selama proses penyisiran.
  • BPS Nunukan menegaskan Sensus Ekonomi tidak berkaitan langsung dengan data desil DTSEN.

RRI.CO.ID, Nunukan - BPS Nunukan menegaskan Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan pemeringkatan desil dalam DTSEN. Sensus Ekonomi bertujuan memotret kondisi usaha dan sosial ekonomi keluarga.

Sensus Ekonomi mencakup usaha besar, sedang, kecil, hingga seluruh keluarga. Proses penyisiran masih berlangsung pada 5 hingga 6 September 2026. Hal ini disampaikan Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien.

“Ya, jadi intinya sensus ekonomi itu nggak ada kaitan dengan desil. Sensus ekonomi kan ingin memotret usaha dan sosial ekonomi keluarga. Nah, jadi yang namanya sensus ekonomi ini kita ya semua didatangi tanpa terkecuali usaha besar, usaha sedang, usaha kecil. Ya, semua keluarga juga didatangi,” ujarnya, Rabu (09/09/2026).

BPS Nunukan kini masih melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang belum mengikuti Sensus Ekonomi. Iskandar meminta masyarakat memberikan data ketika petugas BPS melakukan pendataan.

“Jadi, ya segalanya seperti itu. Nah, sekarang prosesnya masih tanggal 5 sampai 6 September. Kami lagi penyisiran, jadi, kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat. Ya kan? Bagi yang belum di sensus, ayo dong, kasih datanya. Oh, jangan kita pegawai BPS datang, ditolak gitu. Atau datang tapi dikarang-karang datanya. Ya, ditanya ini, jawab ini. Nah, ini juga perlu kan kita edukasi,” katanya.

BPS mengingatkan masyarakat agar memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya selama proses pendataan. Kejujuran masyarakat dinilai penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat.

“Sehingga, berilah kejujuran. Berilah apa adanya yang ada. Ya, itulah disampaikan. Kalau gajinya 10, ya bilang 10. Jangan dikurangi 5, gitu,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....