Gappeta Borneo Nunukan Luruskan Isu Gajah Kerdil Viral, ternyata di Sabah, Malaysia
- 19 Agt 2026 15:39 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Ketua Umum Gabungan Pemuda Pecinta Alam Borneo (Gappeta Borneo), Alfred, meluruskan isu terkait beredarnya video di media sosial yang merekam seekor gajah kerdil Borneo (Elephas maximus borneensis) melintasi area perkebunan kelapa sawit dengan kondisi memprihatinkan. Dalam narasi video yang beredar, lokasi gajah tersebut berada di kawasan Sei Menggaris dan Sebuku, Kabupaten Nunukan.
Gajah yang terekam video tersebut terlihat memiliki satu gading yang patah. Tidak hanya itu, bagian ujung ekornya juga tampak terputus. Kondisi tersebut kemudian menuai simpati publik di jagat media sosial.
Menyikapi hal tersebut, Tim Ekspedisi Gappeta Borneo Nunukan langsung melakukan penelusuran terhadap pemilik akun yang mengunggah video tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, video itu bersumber dari seorang mantan pegiat alam.
Pemilik akun menjelaskan, video tersebut diperoleh dari seorang kolega Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Tawau, Sabah, Malaysia, dan kemudian diunggah ke media sosial. Namun, ia mengklarifikasi bahwa lokasi gajah tersebut bukan berada di Indonesia, melainkan di wilayah negara jiran, Malaysia.
"Kami telah memverifikasi kepada pembuat video bahwa gajah Borneo tersebut tidak berada di Indonesia, melainkan di Sabah, Tawau, Malaysia", ujar Alfred, Rabu (19/8/2026).
Meski demikian, video beserta narasi yang keliru tersebut terlanjur menyebar luas dan dipublikasikan ke ruang publik. Kesalahan informasi itu terjadi karena pemilik akun awalnya hanya bermaksud bercanda tanpa terlebih dahulu memastikan lokasi sebenarnya.
Gappeta Borneo Nunukan kemudian mengambil langkah cepat dengan meneruskan laporan klarifikasi kepada Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur agar informasi yang keliru tidak semakin meluas. Pihak BKSDA juga telah memastikan bahwa gajah tersebut memang dari Kalimantan, tetapi lokasinya berada di kawasan Sungai Udin, Distrik Tawau, Malaysia.
"Kami juga sudah melaporkan kepada BKSDA agar dapat meredam isu yang keliru dan", ucapnya.
Meski dipastikan berada di wilayah negeri jiran, kondisi fisik gajah tersebut tetap memicu tanda tanya. Kondisi gading yang patah dan ekor yang terputus sempat menimbulkan dugaan adanya perburuan gading atau konflik dengan manusia.
Namun, Alfred menjelaskan kondisi gading yang patah dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi itu bisa terjadi secara alami mengingat gajah Kalimantan merupakan satwa petarung dan kerap menggunakan gading dalam berbagai aktivitas.
Sementara itu, terkait kondisi bagian ujung yang terputus, ia mengatakan belum dapat memastikan penyebabnya. Menurutnya, kondisi itu bisa saja disebabkan faktor alamiah ketika gajah mencari sumber makanan atau beraktivitas di dalam hutan.
"Memang benar kondisi gajah yang terlihat di video kurang baik. Salah satu gadingnya patah dan di ujung ekornya putus. Namun, kalau di alam apa saja bisa terjadi," jelasnya.
Alfred menambahkan, gajah kerdil Borneo memang memiliki wilayah jelajah yang dapat melintasi perbatasan antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Utara, Indonesia. Namun, terkait dugaan adanya perburuan manusia, ia tidak dapat memastikan karena lokasi gajah berada di luar wilayah pemantauan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....