Manakala Iblis Berputus Asa Mengajak Manusia menuju Kemungkaran

  • 16 Agt 2026 06:08 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Ada fase yang paling berbahaya dalam perjalanan manusia menuju kehancuran batin. Bukan ketika ia terjatuh dalam dosa besar, bukan ketika ia tenggelam dalam maksiat yang terang-terangan, melainkan ketika ia mulai merasa dirinya sudah cukup baik. Sebab manusia yang sadar dirinya buruk masih mungkin menangis, masih mungkin mencari jalan pulang, masih mungkin merasa haus akan ampunan.

Tetapi manusia yang merasa dirinya telah baik sering kali kehilangan kemampuan untuk melihat kegelapan di dalam dirinya sendiri. Ia berhenti memeriksa hati, berhenti merendahkan diri, dan perlahan menjadikan dirinya sebagai ukuran kebenaran.

Di titik itu, iblis tidak lagi perlu bersusah payah menyeretnya ke jurang kemungkaran, karena manusia itu sudah membangun jurangnya sendiri dengan rasa puas terhadap dirinya. Ironisnya, perasaan merasa baik sering tampil dengan wajah yang sangat sopan. Ia tidak selalu hadir dalam bentuk kesombongan yang kasar.

Kadang ia hadir lewat rasa paling benar, lewat kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, lewat kalimat-kalimat halus yang diam-diam meninggikan diri sendiri. Secara psikologis, manusia memang memiliki kebutuhan untuk merasa aman tentang identitas dirinya. Kita ingin percaya bahwa kita adalah orang baik.

Namun, ketika kebutuhan itu tidak disertai kerendahan hati, ia berubah menjadi jebakan yang membuat jiwa tertidur. Dalam kehidupan sosial, orang yang merasa dirinya sudah baik sering menjadi pribadi yang sulit menerima nasihat, mudah menghakimi, dan diam-diam menikmati posisi moral di atas orang lain. Padahal bisa jadi, di hadapan Tuhan, air mata penyesalan seorang pendosa lebih dicintai daripada ibadah seseorang yang dipenuhi rasa bangga terhadap dirinya sendiri.

1. Ketika Dosa Tidak Lagi Menakutkan, Tetapi Kesombongan Terasa Wajar

Sebab dosa yang disadari masih bisa melahirkan taubat, sedangkan kesombongan sering membuat manusia merasa tidak punya apa yang harus diperbaiki. Iblis sendiri tidak hancur karena tidak mengenal Tuhan, melainkan karena merasa dirinya lebih baik. Kesombongan selalu ingin membuat manusia lupa bahwa semua kebaikan yang ada pada dirinya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa dicabut.

2. Merasa Baik Sering Membuat Manusia Berhenti Bertumbuh

Ketika seseorang merasa dirinya sudah baik, pertumbuhan batinnya perlahan berhenti. Ia hanya ingin dipuji, bukan dibimbing. Ia hanya ingin diakui, bukan dikoreksi. Padahal jiwa manusia itu seperti air. Jika ia berhenti mengalir, maka ia mulai keruh. Banyak orang terlihat religius secara penampilan, tetapi batinnya sebenarnya sedang membeku karena tidak lagi memiliki rasa takut terhadap keburukan yang tersembunyi di dalam dirinya.

3. Salah Satu Tipu Daya Terbesar Adalah Membuat Manusia Sibuk Melihat Dosa Orang Lain

Semakin tinggi kesadaran seseorang, semakin ia sadar bahwa dirinya masih penuh kekurangan. Sebab orang yang mengenal kedalaman jiwanya tahu bahwa manusia tidak pernah benar-benar selesai memperbaiki diri.

Lalu coba renungkan satu hal,apakah selama ini kita benar-benar sedang mendekat kepada Tuhan, atau sebenarnya hanya sedang menikmati perasaan menjadi lebih baik orang lain. (Sumber: Maulanajalaluddinrumi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....