Kesbangpol Nunukan Ajak Masyarakat Berantas Narkoba demi Jaga Ketahanan Bangsa
- 04 Agt 2026 12:58 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sebagai upaya menjaga ketahanan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam masa depan generasi muda, tetapi juga melemahkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi modal utama pembagunan bangsa.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, menilai peredaran narkoba berpotensi menjadi ancaman nonmiliter yang dimanfaatkan dalam strategi proxy war untuk melemahkan suatu negara dengan merusak sumber daya manusianya. Menurutnya, posisi Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki kerawanan terhadap masuknya narkotika.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat dimanfaatkan sebagai strategi proxy war untuk merusak kualitas sumber daya manusia dan melemahkan ketahanan bangsa. Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan dan memberantas peredaran gelap narkotika demi menjaga ketahanan bangsa.
"Malaysia negara tetangga kita yang paling dekat, mungkin mereka tahu narkoba berbahaya tetapi dibiarkan masuk untuk berupaya menghancurkan sumber daya manusia kita", ujar Hasan Basri, Selasa (4/8/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan dari 21 kecamatan di Kabupaten Nunukan, 17 kecamatan diantaranya merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan rentan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkoba. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pihak dengan meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat peran aktif masyarakat dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
"Kalau kita tidak waspada mungkin kita juga akan bernasib sama dengan negara lain yang gagal menangani narkoba", ucapnya.
Hasan menambahkan, penyalahgunaan narkoba bukan sekadar persoalan kenikmatan, baik bagi pengguna maupun pengedarnya. Ia menegaskan, kenikmatan tersebut hanya bersifat sesaat, tetapi dampaknya dapat merusak masa depan generasi muda, melemahkan kualitas sumber daya manusia, dan akhirnya akan mengancam keutuhan serta ketahanan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....