BMKG Ungkap El Nino Mulai Pengaruhi Cuaca Nunukan
- 13 Mei 2026 06:37 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- BMKG memprediksi peluang 100 persen terjadinya fenomena El Nino mulai Mei hingga Juli 2026 mendatang.
- Kondisi gerah di Nunukan saat ini dipicu variabilitas cuaca lokal, bukan akibat langsung dari dampak El Nino.
- Fenomena gelombang Rossby Equatorial masih berpotensi memicu hujan mendadak meskipun wilayah Kaltara memasuki musim kemarau.
RRI.CO.ID, Nunukan - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi fenomena El Nino akan mulai melanda wilayah Nunukan secara bertahap. Peluang terjadinya anomali iklim ini mencapai angka maksimal berdasarkan hasil pemodelan data terbaru.
Indeks Nino saat ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan menuju level intensitas lemah hingga moderat di Indonesia. Masyarakat diminta mewaspadai perubahan pola curah hujan yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini disampaikan Forecaster Klimatologi Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan, Farid Hardiansyah beberapa waktu yang lalu.
"Meskipun saat ini Indeks Nino 3.4 masih ada di angka 0,39, hasil pemodelan kami menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Peluang 100% untuk menuju El Nino intensitas lemah akan mulai terjadi Mei, Juni, Juli 2026. Sementara terdapat peluang juga 94% fenomena ini akan menguat hingga mencapai level moderat," katanya.
Kenaikan suhu udara yang mulai dirasakan warga Nunukan saat ini sebenarnya dipicu oleh faktor variabilitas cuaca setempat. Adanya daerah konvergensi di Kalimantan Utara masih sangat dominan dalam menumbuhkan awan-awan hujan secara lokal.
Gelombang Rossby Equatorial terpantau masih melintasi wilayah perbatasan dan membawa massa udara lembab yang cukup signifikan. Hal tersebut menjelaskan mengapa hujan mendadak tetap terjadi meskipun atmosfer mulai terasa lebih panas dari biasanya.
"Namun, masyarakat di Nunukan mungkin merasakan cuaca yang lebih gerah atau hujan yang mulai berkurang. Ini bukan karena El Nino, tapi karena variabilitas cuaca lokal. Saat ini, wilayah Kaltara masih dipengaruhi oleh gelombang Rossby Equatorial dan adanya daerah konvergensi, yaitu daerah pertemuan angin yang masih berpotensi menumbuhkan awan hujan. Meskipun menuju musim kemarau, potensi hujan mendadak masih ada dalam waktu dekat," ujarnya.
BMKG terus memantau pergerakan angin dan suhu permukaan laut untuk memberikan informasi akurat bagi masyarakat perbatasan. Warga diimbau tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang cenderung berubah-ubah tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....