BMKG Nunukan Desak Warga Panen Air Hujan Demi Cegah Krisis Ekstrem

  • 02 Mei 2026 09:49 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Imbauan Kewaspadaan Dini: BMKG meminta masyarakat dan Pemerintah Daerah Nunukan waspada terhadap risiko kekeringan, krisis air, hingga kebakaran hutan.
  • Strategi Adaptasi Masyarakat: Warga disarankan melakukan langkah hemat air, menerapkan pola panen air hujan, serta dilarang keras melakukan pembakaran lahan.
  • Peran Infrastruktur Pemda: Pemerintah daerah didorong segera menyiapkan infrastruktur irigasi dan manajemen tata kelola air guna memitigasi dampak El Nino.

RRI.CO.ID, Nunukan - Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan. Langkah mitigasi dini harus segera dilakukan guna menghindari krisis air bersih dan potensi kebakaran lahan yang luas.

Kondisi atmosfer yang mulai berubah memicu peringatan serius mengenai kerentanan lingkungan terhadap cuaca panas yang berkepanjangan. Upaya kolaboratif antara warga dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan iklim di masa depan. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga.

“BMKG tentu mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk waspada terhadap dampaknya. El Nino, itu terutama kekeringan, karhutla, dan krisis air.” katanya.

Masyarakat diharapkan mulai mengubah perilaku penggunaan air harian agar cadangan yang ada dapat bertahan lebih lama. Pola adaptasi terhadap alam melalui penampungan air hujan menjadi solusi cerdas di tengah kondisi yang kering.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar harus ditingkatkan demi mencegah bencana kabut asap. Informasi mengenai perkembangan iklim terkini perlu dipantau secara rutin melalui kanal resmi yang disediakan petugas.

“Langkah utama meliputi biar kita untuk masyarakat hemat air, terus panen air hujan, panen air hujan itu adaptasi pola alam, terus larangan membakar lahan, dan memantau informasi iklim.” ujarnya.

Pemerintah daerah memegang peranan vital dalam memastikan ketersediaan sarana pendukung pertanian dan distribusi air bagi publik. Optimalisasi manajemen sumber daya air diharapkan mampu meminimalisir kerugian ekonomi yang mungkin timbul akibat anomali cuaca.

“Kemudian pemda juga diharapkan menyiapkan infrastruktur irigasi dan manajemen air.” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....