BMKG Ingatkan Bahaya Kebakaran Lahan Mengancam Wilayah Nunukan
- 30 Mar 2026 11:56 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - BMKG memperingatkan potensi kenaikan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nunukan akibat kemarau panjang. Kondisi vegetasi yang mengering memicu kerawanan tinggi terhadap percikan api di area terbuka.
Analisis cuaca menunjukkan adanya penurunan curah hujan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kalimantan Utara. Hal ini mengakibatkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah meningkat sangat drastis. Hal ini disampaikan Kepala BMKG Kelas II Nunukan, William Sinaga.
"Ya, tentu saja berisiko karena kebakaran hutan dan lahan ini kan penyebabnya itu adalah lahan nanti kering," katanya.
Risiko ini mencakup area perkebunan warga hingga kawasan hutan lindung yang berada di sepanjang garis perbatasan. Petugas gabungan diminta untuk meningkatkan patroli rutin untuk memantau titik panas atau hotspot melalui citra satelit.
Kesadaran kolektif untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi faktor kunci pencegahan bencana kabut asap. BMKG juga terus mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika melihat adanya aktivitas pembakaran yang mencurigakan.
"Dan periode yang cukup beberapa hari kering sehingga mudah terbakar. Sebenarnya lahan itu tidak terbakar sendiri, jadi ya itu tadilah untuk semua pihak agar berhati-hati," ujarnya.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk berhati-hati dalam beraktivitas di lahan terbuka selama periode kering. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....