BMKG dan BPBD Perkuat Antisipasi Cuaca Ekstrem di Kaltara

  • 22 Mei 2026 08:43 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • BMKG memperkuat sinergi dengan BPBD Provinsi dan Kabupaten untuk memperluas jangkauan informasi hingga ke pelosok.
  • Peringatan dini khusus maritim disiagakan guna mengantisipasi peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan Kaltara.
  • Masyarakat diimbau mulai menampung air dan waspada kebakaran lahan menjelang perubahan cuaca signifikan pada awal Juni.

RRI.CO.ID, Nunukan - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkuat sinergi lintas instansi guna memastikan diseminasi informasi cuaca berjalan optimal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi perubahan iklim di Kalimantan Utara.

Penyebaran data dilakukan secara berkala melalui platform digital dan koordinasi langsung dengan pemerintah daerah di berbagai tingkatan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjangkau penduduk di wilayah pesisir maupun pelosok perbatasan. Hal ini disampaikan Forecaster Klimatologi Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan, Bulungan, Farid Hardiansyah.

"Langkah antisipasi dan koordinasi di BMKG kami terus memperkuat sinergi. Melalui diseminasi informasi, kami mengirimkan informasi cuaca secara real-time di aplikasi info BMKG dan di media sosial Instagram at bmkg.tanjung selor," katanya.

Keamanan transportasi laut menjadi prioritas utama mengingat tingginya mobilitas masyarakat di wilayah perairan Kalimantan Utara setiap harinya. Peringatan dini akan segera diterbitkan jika terdapat indikasi kenaikan gelombang yang dapat membahayakan pelayaran komersial.

Selain aspek maritim, BMKG juga memberikan perhatian khusus pada ancaman kekeringan yang mulai membayangi sejumlah titik. Koordinasi dengan BPBD diharapkan dapat mempercepat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan secara lebih efektif.

"Dan juga kami koordinasi dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten yang berharap bisa menjangkau seluruh masyarakat melalui koordinasi ini. Mengingat tingginya aktivitas di perairan Kaltara, kami memberikan peringatan dini khusus maritim jika terpantau ada kecepatan angin yang meningkat atau tinggi gelombang yang membahayakan, tersedia juga di aplikasi info BMKG," ujarnya.

Warga diminta tetap tenang namun tetap waspada dengan melakukan langkah sederhana seperti mulai menampung cadangan air. Kesiapan dini dianggap menjadi kunci utama dalam menghadapi penurunan curah hujan yang diprediksi segera terjadi.

"Masyarakat diharap tetap tenang, pantau terus informasi resmi dari BMKG, dan mulailah bersiap menampung air serta menjaga lingkungan dari potensi kebakaran di awal Juni mendatang," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....