Ritual Kifarat Tidung, Anak Bersalah Dididik Jadi Pemimpin

  • 30 Jan 2026 06:33 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Ritual kifarat adat Tidung menjadi sarana penyelesaian konflik anak secara damai. Ritual ini digelar di Baloy Adat Nunukan sebagai bagian hukum adat masyarakat setempat.

Ritual dijalankan terhadap anak-anak yang terlibat konflik sosial di masyarakat. Mereka mengikuti prosesi adat menggunakan perahu sebagai simbol perlindungan dan pembinaan moral. Hal ini disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Kalimantan Utara, H. Sura’i, S.Sos., M.A.P.

“Ya, yang masuk di Perahu itu adalah anak-anak yang bersalah. Membuat kesalahan tadi. Ya, anak-anak yang membuat perkelahian tadi, yang membuat pengeroyokan tadi. Begitu dia naik di Perahu, ini Pagelian namanya kan, Pagelian itu penjaga.,” katanya. Kamis (29/01/2026).

Baca Juga: Pemkab Nunukan Apresiasi Ritual Adat Kifarat Suku Tidung

Pagelian dimaknai sebagai simbol penjaga kampung dan pelindung masyarakat dalam hukum adat Tidung. Prosesi ini diyakini memberikan rasa aman bagi anak dari balasan dan dendam sosial. Ritual kifarat juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pembentukan tanggung jawab generasi muda. Anak-anak diarahkan agar mampu memperbaiki diri dan berkontribusi positif di masyarakat.

“Penjaga kampung, penjaga warga, penjaga masyarakat. Begitu dia naik di sana, dia sudah terjaga. Dia tadi kan pasti was-was. Takut dibalas, didendam. Maka setelah naik sini, dia sudah terjaga. Kemudian di pagelian ini juga, tempat menaikan pemimpin-pemimpin.” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Nunukan Dorong Pelestarian Adat Kifarat Suku Tidung

Ritual turut disertai pemasangan Timug salui sebagai simbol penyejuk kehidupan anak-anak tersebut. Hukum adat kifarat diharapkan melahirkan generasi pemimpin yang berakhlak dan bertanggung jawab.

“Harapan kita mereka suatu saat, karena generasi muda, akan bisa jadi pemimpin. Nah, tadi ada namanya Timug salui. Air penyejuk mereka dipasangkan di tangannya tadi itu untuk mereka dalam kehidupan ini mereka sejuk. Rezeki mereka mudah. Menuntut ilmu mereka gampang. Sehingga menjadi sukses, menjadi pemimpin atau generasi bangsa yang baik.” katanya.

Penulis: Fery Herdiansyah


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....