Inovasi Kuliner Bubur di Nunukan
- 06 Des 2025 15:47 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Bubur, makanan tradisional yang lezat, menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat. Dengan rasa yang khas dan tekstur yang unik, bubur berhasil memikat lidah banyak orang.
Pak Wahyu, salah satu penjual bubur di Nunukan mengaku membuat inovasi kuliner bubur yang berbeda dari yang lain. Jika biasanya isian bubur bandung menggunakan kerupuk dan kedelai, berbeda dengan pak wahyu yang menggantinya dengan pangsit berbagai rasa.
Berlokasi di Jln. Bhayangkara, Pak Wahyu menjual bubur racikannya dengan penuh semangat. Tak hanya pagi hari, namun Pak Wahyu juga menjual bubur hingga malam hari.
"Bubur ini sudah aku rintis jaman di Balikpapan 2018. Dasarnya karena aku sama istri seneng kuliner, nyoba dimana-mana. Akhirnya kita nyoba dirumah, kasi tetangga dan responnya bagus dan buka di Balikpapan.
Kemudian Kakak disini hubungi adiknya ada rencana buat cafe. Berkembang disana , terus kakak minta bantu buat kade di Nunukan, kita konsepkan, tapi waktu itu berjalan 3 bulan karena pasar disini jauh dari Balikpapan. Akhirnya saya angkat tangan karena tidak ada pemasukan di kafe akhirnya kita buka bubur ini." ujar Pak Wahyu (6/12/2025).
Usaha bubur yang sudah dijalankan sekita sebulan ini pun mulai disukai masyarakat. Terbukti dari masyarakat yang antusias untuk membeli produk bubur Pak Wahyu.
"Bubur ini sudah jalan sebulan, masuk minggu ketiga saya coba buka di inhutani tapi cuma bertahan seminggu karena pasarnya sepi. Akhirnya saya balik kesini. Kalau disini alhamdullilah." ucap Pak Wahyu.
Meskipun baru berjalan, dengan inovasi bubur yang dimiliki Pak Wahyu, membuat produk miliknya siap menjadi pilihan kuliner masyarakat Nunukan. "Saya inovasinya cuma menambah pangsit. Pangsit saya ada stik barberkiu, balado, sama yang original. Umumnya kan kalau bubur bandung kerupuk sama kedelai, nah itu aku hilangin." tambah Pak Wahyu.
Pak Wahyu menerangkan awalnya ia hanya menjual bubur di pagi hari. Namun karena meningkatnya permintaan konsumen di malam hari dengan alasan membawa bubur untuk menjenguk di Rumah Sakit, ia pun memutuskan untuk menjualnya hingga malam hari.
"Ya harapan saya, saya pengen di Nunukan ada variasi kuliner lah ya. Jangan monoton nasi kuning, maaf ya! kita tampilkan ada pilihan buat yang lain. Saya coba tampil dengan varian saya." tutup Pak Wahyu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....