Dengen, Buah Langka dari Timur Indonesia

  • 22 Sep 2025 08:24 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Buah dengen adalah salah satu buah langka yang berasal dari kawasan timur Indonesia, terutama ditemukan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Buah ini masih cukup asing bagi banyak orang di luar daerah asalnya, namun bagi masyarakat lokal, buah dengen memiliki nilai budaya dan rasa yang khas.

Buah dengen memiliki nama ilmiah Dillenia serrata. Pohon buah dengen merupakan pohon tropis dari suku Dilleniaceae (keluarga simpur-simpuran). Pohon ini dapat tumbuh hingga 30 meter dengan diameter batang mencapai 70 cm.

Buah Degen, Obat Alami Penambah Stamina

Daunnya berukuran 20-45 cm × 8-19 cm, berbentuk lonjong dengan tepi bergelombang. Bunganya berwarna kuning, berukuran sekitar 7,5 cm, dan tumbuh rapat dalam malai.

Baca Juga : Buah Cannonball: Eksotis, Unik, dan Kaya Manfaat

Kayu pohon buah dengen dikenal keras dan sering dimanfaatkan untuk bangunan, serta kerajinan lokal. Tumbuhan yang dikenal juga dengan nama Jongi ini tumbuh pada ketinggian 80-140 m pl, terutama di hutan.

Buah dengen berbentuk bulat kecil, dengan kulit keras berwarna cokelat atau hijau tua ketika muda, dan akan berubah menjadi lebih gelap saat matang. Daging buahnya berwarna putih kekuningan, bertekstur lembut, dan memiliki rasa asam manis yang menyegarkan, mirip seperti perpaduan antara buah markisa dan manggis.

Meski belum banyak diteliti secara luas, buah dengen diyakini mengandung banyak vitamin C, antioksidan, serta serat yang baik untuk pencernaan. Masyarakat tradisional sering mengonsumsinya untuk menyegarkan tubuh dan sebagai obat alami penambah stamina.

Selain dimakan langsung, buah dengen juga sering dijadikan campuran minuman segar, sirup tradisional, atau diolah menjadi selai. Dibeberapa daerah, kulit buahnya juga digunakan dalam pengobatan tradisional.

Potensi Ekonomi dan Pelestarian Buah Dengen

Karena langkanya buah ini, dengen memiliki potensi ekonomi sebagai buah eksotis yang bisa dipasarkan lebih luas. Namun, minimnya budidaya dan terbatasnya pengetahuan tentang teknik penanaman membuatnya sulit ditemukan di luar habitat aslinya. Upaya pelestarian dan penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan agar buah ini tidak punah dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang. (Sumber: kebunraya.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....