Telinga Berdenging Terus-Menerus Waspadai Tinnitus

  • 18 Sep 2026 17:26 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Sensasi dengingan atau suara berdesis pada telinga yang muncul secara terus-menerus sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi ini sebagai tanda awal tinnitus. Gejala ini perlu mendapat perhatian medis serius jika tidak kunjung reda dan mulai mengganggu aktivitas harian maupun kualitas tidur.

Menurut penjelasan Kemenkes tinnitus bukanlah sebuah penyakit berdiri sendiri, melainkan indikasi atau gejala dari adanya masalah kesehatan di dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mendengar persepsi suara seperti dengingan, desiran, atau deru tanpa adanya sumber suara eksternal di sekitarnya. Sensasi tersebut bisa dirasakan pada salah satu telinga maupun keduanya.

Penyebab tinnitus sendiri sangat beragam, mulai dari paparan suara bising dalam jangka panjang, penumpukan kotoran telinga, hingga penurunan fungsi pendengaran seiring bertambahnya usia. Selain itu, Kemenkes mencatat bahwa gangguan pembuluh darah, efek samping penggunaan obat-obatan tertentu (ototoksik), cedera kepala, serta stres emosional juga dapat memicu munculnya dengingan tersebut.

Meskipun tinnitus secara umum tidak secara langsung menyebabkan kebutaan atau ketulian total, membiarkan gejala ini tanpa penanganan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Bunyi denging yang konstan rentan memicu gangguan tidur, konsentrasi yang menurun, hingga tekanan psikologis seperti kecemasan berlebih dan depresi.

Untuk meminimalkan risiko terkena tinnitus, Kemenkes mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dalam menjaga kesehatan organ pendengaran. Langkah pencegahan utama yang dapat dilakukan antara lain membatasi penggunaan headphone atau earphone dengan volume terlalu keras, menghindari lingkungan yang terlampau bising tanpa pelindung telinga, serta tidak membersihkan telinga secara sembarangan menggunakan benda keras.

Penanganan tinnitus di fasilitas kesehatan umumnya disesuaikan dengan faktor penyebab utamanya. Pendekatan medis yang dilakukan dokter spesialis THT dapat mencakup pembersihan saluran telinga, penggunaan alat bantu dengar, terapi suara, hingga pemberian obat-obatan tertentu untuk memperlancar aliran darah ke organ koklea.

Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) apabila mendapati telinga berdenging yang berlangsung lebih dari 24 jam. Pemeriksaan sedini mungkin sangat penting guna mendeteksi potensi penyakit penyerta serta mendapatkan terapi medis yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih parah.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....