Terlalu Lama Menatap Layar Picu Kelelahan Mata
- 06 Sep 2026 06:07 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Keluhan mata perih, kering, hingga pandangan mulai kabur setelah berjam-jam bekerja di depan komputer tidak selalu sekadar rasa lelah biasa. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Di tengah aktivitas kerja dan belajar yang semakin bergantung pada teknologi, keluhan ini semakin sering dialami berbagai kalangan.
Computer Vision Syndrome atau digital eye strain merupakan kumpulan keluhan yang dapat meliputi mata, penglihatan, leher, dan bahu akibat penggunaan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel secara berkepanjangan. Kondisi ini lebih mudah muncul ketika posisi kerja kurang ergonomis, pencahayaan tidak sesuai, jarak pandang terlalu dekat, serta pengguna jarang memberikan waktu istirahat bagi mata.
CVS dapat dialami oleh siapa saja yang memiliki intensitas tinggi dalam menggunakan perangkat digital. Kelompok yang berisiko antara lain pekerja kantoran, programmer, desainer grafis, analis data, guru, dosen, mahasiswa, serta profesi lainnya yang menghabiskan banyak waktu di depan layar. Sejumlah penelitian di berbagai negara juga menunjukkan tingginya keluhan mata pada pengguna perangkat digital.
Gejala CVS dapat berupa mata kering atau berair, perih, terasa panas, pandangan kabur, sakit kepala, hingga nyeri pada leher dan bahu. Meski umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, keluhan yang berulang dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kabar baiknya, CVS dapat dicegah melalui perubahan kebiasaan sederhana. Pengguna perangkat digital dianjurkan mengatur posisi dan jarak layar dengan baik, memastikan pencahayaan ruangan cukup, menjaga posisi duduk tetap nyaman, serta memberikan waktu istirahat secara berkala untuk mata. Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat, pemeriksaan mata oleh tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....