Masker Biasa Tak Cukup: Ini Jenis Masker Terbaik Tangkal Bahaya PM2,5 Kabut Asap
- 18 Sep 2026 16:27 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Kabut asap kiriman kembali menyelimuti Kabupaten Nunukan sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memahami jenis masker terbaik guna melindungi paru-paru dari bahaya paparan asap.
Seperti diketahui, kabut asap mengandung partikel sangat halus yang dikenal sebagai PM2,5. Partikel ini dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru kronis.
PM2,5 merupakan partikel udara hasil pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru.
Paparannya kerap memicu keluhan medis berjenjang, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk gangguan pernapasan yang sudah ada. Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi garis pertahanan utama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap.
Kendati demikian, tidak semua jenis masker di pasaran efektif menyaring partikel mikroskopis seperti PM2,5.
Baca Juga: Akibat Asap Kiriman, Jarak Pandang Nunukan Turun Jadi Dua Kilometer
Mengenal Kode Standar Masker (N95, KN95, FFP2)
Secara umum, jenis masker penyaring polusi dikategorikan berdasarkan daya saringnya terhadap partikel halus (hingga ukuran 0,3 mikron). Misalnya, notasi N90 berarti mampu memblokir 90 persen partikel, N95 memblokir 95 persen partikel, dan N99 memiliki daya saring yang lebih tinggi.
Standar internasional lainnya yang setara dengan N95 antara lain adalah jenis KN95 dan FFP2. Jika tujuannya adalah melindungi diri dari polusi partikel asap maupun aerosol infeksius yang terbawa udara, maka masker berstandar N95, KN95, atau FFP2 merupakan pilihan yang sangat direkomendasikan.
Baca Juga: Selamatkan Satwa Korban Karhutla, Kementerian Kehutanan Perkuat Tim Penyelamat
Daya Saring dan Kerapatan Masker
Meski memiliki tingkat filtrasi hingga 95 persen, keefektifan masker juga sangat bergantung pada kerapatannya saat dipakai pada wajah. Masker polusi yang baik harus memiliki teknik penyegelan (seal) yang pas mengikuti lekuk dan kontur wajah, baik yang berbahan kain khusus maupun berlist silikon.
Kerapatan ini penting untuk mencegah udara kotor atau partikel asap bocor masuk melalui celah samping, sekaligus memastikan penggunanya tetap memiliki ruang bernapas yang cukup dan aman.
Sumber: IQAir, kemkes.go.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....