Mengenal dan memahami Sumber Dari Fobia
- 02 Agt 2026 18:42 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Rasa takut merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Namun, ketika ketakutan muncul secara berlebihan, sulit dikendalikan, dan membuat seseorang terus menghindari objek atau situasi tertentu, kondisi tersebut bisa mengarah pada fobia. Kemenkes menjelaskan, fobia merupakan salah satu bentuk gangguan kecemasan yang dapat memengaruhi aktivitas dan kualitas hidup seseorang.
Fobia tidak muncul begitu saja. Kondisi ini dapat terbentuk dari pengalaman yang pernah dialami seseorang, terutama pengalaman yang menimbulkan rasa takut atau trauma. Otak kemudian dapat mengaitkan objek atau situasi tertentu dengan ancaman. Akibatnya, ketika kembali berhadapan dengan hal tersebut, tubuh secara otomatis memberikan respons takut meskipun situasinya sebenarnya tidak membahayakan.
Selain pengalaman pribadi, fobia juga dapat terbentuk melalui proses belajar dari lingkungan. Anak-anak misalnya, dapat meniru respons orang tua atau orang terdekat terhadap sesuatu yang dianggap menakutkan. Ketika rasa takut tersebut terus diperlihatkan atau diceritakan berulang kali, anak dapat mempelajari bahwa objek tertentu memang harus dihindari.
Faktor lain yang juga dapat berperan adalah kondisi psikologis, lingkungan, serta faktor keturunan. Seseorang yang memiliki kecenderungan mengalami kecemasan dapat lebih mudah mengembangkan fobia. Tekanan hidup, pengalaman buruk, maupun lingkungan yang kurang mendukung juga dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi rasa takut.
Ketika berhadapan dengan sumber fobia, seseorang dapat mengalami berbagai reaksi fisik dan emosional. Mulai dari jantung berdebar, berkeringat, gemetar, napas menjadi cepat, pusing, hingga muncul keinginan kuat untuk segera menjauh. Pada kondisi tertentu, fobia bahkan dapat membuat seseorang menghindari sekolah, pekerjaan, perjalanan, atau aktivitas sosial.
Kemenkes mengingatkan, fobia tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk kelemahan atau sekadar rasa takut biasa. Jika ketakutan sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, seseorang perlu mendapatkan bantuan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater. Penanganan dapat dilakukan melalui psikoterapi, termasuk membantu seseorang menghadapi sumber ketakutan secara bertahap dan dalam kondisi yang aman.
Dengan mengenali fobia sejak dini, seseorang dapat memperoleh penanganan yang sesuai dan tidak terus-menerus terjebak dalam rasa takut. Dukungan keluarga dan lingkungan juga penting agar penderita tidak merasa dihakimi maupun dikucilkan.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....