Ada Bahaya dari penggunaan asbes terhadap kesehatan

  • 31 Jul 2026 01:00 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya penggunaan asbes terhadap kesehatan. Bahan ini masih banyak ditemukan pada atap, plafon, pipa, sekolah, rumah, gudang hingga bangunan industri karena memiliki sifat kuat, tahan panas, dan relatif murah. Namun, penggunaan asbes secara tidak aman dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.

Asbes merupakan kelompok mineral alami yang tersusun dari serat sangat halus dan kuat. Serat tersebut dapat terlepas ke udara ketika material asbes mengalami kerusakan, lapuk, dipotong, dibor, diamplas, dipecahkan, maupun dibongkar. Karena ukurannya sangat kecil, serat asbes yang melayang di udara dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam paru-paru.

Kemenkes menjelaskan, serat asbes yang terhirup dapat menetap di dalam paru-paru dan memicu peradangan serta kerusakan jaringan dalam jangka panjang. Dampak paparan asbes juga tidak selalu langsung dirasakan karena penyakit akibat asbes memiliki masa laten yang panjang, bahkan dapat baru muncul 10 hingga 40 tahun atau lebih setelah paparan pertama.

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan paparan asbes antara lain asbestosis, kanker paru, dan mesothelioma. Asbestosis dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru sehingga penderita mengalami sesak napas, batuk menetap, dan mudah lelah. Sementara itu, risiko kanker paru dapat meningkat lebih tinggi pada orang yang terpapar asbes sekaligus memiliki kebiasaan merokok.

Kelompok yang paling berisiko antara lain pekerja konstruksi, pekerja renovasi dan pembongkaran bangunan, pekerja pabrik pengolah produk berbahan asbes, serta pekerja galangan kapal dan industri lainnya. Anggota keluarga pekerja juga dapat berisiko apabila serat asbes terbawa pulang melalui pakaian, sepatu, maupun peralatan kerja. Masyarakat yang berada di sekitar bangunan rusak atau lokasi pembongkaran juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Untuk mencegah paparan, Kemenkes mengimbau masyarakat tidak memotong, mengebor, mengamplas, atau memecahkan material yang diduga mengandung asbes secara sembarangan. Pekerja yang harus menangani asbes perlu menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, terutama respirator partikulat yang memenuhi standar. Material atau limbah asbes juga harus ditangani dan dibuang sesuai ketentuan agar tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat.

Kemenkes mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat paparan asbes untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk menetap, sesak napas, nyeri dada, batuk berdarah, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting bagi pekerja yang memiliki risiko paparan. Dengan mencegah paparan sejak dini dan menerapkan prosedur keselamatan kerja, risiko penyakit akibat asbes dapat dikurangi.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....