Terapi Gabungan Dukung Regenerasi Saraf Lebih Presisi Berkelanjutan
- 21 Jul 2026 14:39 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa perkembangan terapi gangguan saraf kini mengarah pada pendekatan yang lebih personal dan berbasis mekanisme biologis. Dikutip dari laman Kemenkes RI, proses perbaikan jaringan saraf melibatkan berbagai faktor molekuler, salah satunya c-Jun, yaitu protein yang berfungsi sebagai pengatur perubahan sel menuju mode perbaikan setelah terjadi cedera.
Kemenkes RI menerangkan bahwa pemahaman mengenai mekanisme tersebut menginspirasi pengembangan terapi gabungan. Pendekatan ini mengombinasikan rehabilitasi yang bertujuan merangsang plastisitas otak dengan penciptaan lingkungan molekuler yang mendukung regenerasi saraf, misalnya melalui penggunaan scaffold biomaterial sebagai kerangka penuntun pertumbuhan jaringan atau induced pluripotent stem cells (iPSC), yakni sel punca yang dihasilkan dari proses pemrograman ulang sel dewasa.
Dikutip dari laman Kemenkes RI, strategi tersebut menerapkan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pendekatan top-down dilakukan dengan latihan rehabilitasi dan stimulasi untuk membantu menyambungkan kembali jaringan saraf yang terganggu. Sementara itu, pendekatan bottom-up bertujuan menyediakan lingkungan biologis yang mendukung pertumbuhan dan mempertahankan sambungan saraf yang baru terbentuk.
Melalui kombinasi kedua pendekatan tersebut, proses pemulihan diharapkan tidak hanya memperbaiki fungsi saraf dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan koneksi saraf yang lebih kuat, stabil, dan mampu berfungsi secara optimal. Pendekatan ini menjadi bagian dari perkembangan terapi regeneratif yang memanfaatkan kemajuan ilmu biologi molekuler dan teknologi kesehatan.
Kemenkes RI menyebutkan bahwa arah masa depan penanganan gangguan saraf adalah menghadirkan terapi yang semakin personal, terukur hingga tingkat molekul, serta didukung ekosistem jaringan yang kondusif. Dengan demikian, kemampuan plastisitas saraf tidak hanya dimanfaatkan untuk beradaptasi, tetapi juga diarahkan secara tepat sasaran guna meningkatkan keberhasilan pemulihan pasien. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....