Teknologi PET Bantu Terapkan Rehabilitasi Otak Lebih Tepat

  • 03 Jun 2026 06:29 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Teknologi PET (Positron Emission Tomography) kini membantu peneliti memahami hubungan antara perubahan biologis di otak dengan kemampuan perilaku dan kognitif seseorang. Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, perubahan yang terlihat melalui PET dapat dikaitkan dengan peningkatan fokus, kemampuan gerak, maupun daya ingat setelah seseorang menjalani latihan atau terapi tertentu.

Pemeriksaan PET memungkinkan ilmuwan memantau aktivitas sistem saraf setelah intervensi seperti rehabilitasi, olahraga, pemberian obat, hingga neuromodulasi. Metode neuromodulasi sendiri merupakan teknik pengaturan aktivitas otak menggunakan stimulasi non-invasif untuk membantu memperbaiki fungsi saraf.

Pendekatan ini mengubah cara pemulihan kesehatan otak yang sebelumnya cenderung menggunakan metode umum untuk semua pasien. Kini, rehabilitasi dapat dirancang lebih spesifik dengan menargetkan sirkuit atau jalur saraf tertentu sesuai kebutuhan individu.

Melalui PET, peneliti dapat mengetahui apakah intervensi yang diberikan benar-benar memengaruhi “titik kendali” pada jaringan otak yang diinginkan. Misalnya, peningkatan reseptor tertentu pada area gerak setelah latihan menunjukkan bahwa terapi tersebut bekerja hingga tingkat biologis, bukan sekadar meningkatkan hasil latihan secara fisik.

Teknologi PET dinilai mampu menjembatani hasil pencitraan struktur otak melalui MRI dengan proses biologis nyata pada sinaps saraf. Dengan pemahaman ini, strategi terapi dan latihan diharapkan dapat menjadi lebih tepat sasaran untuk memperkuat jalur saraf yang membutuhkan pemulihan. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....