Teknologi Neuromodulasi Bantu Pemulihan Otak Pasca Stroke

  • 03 Jun 2026 06:31 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Perkembangan teknologi kesehatan kini menjadi solusi penting dalam membantu pemulihan fungsi otak, terutama bagi pasien pasca-stroke. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa otak memiliki kemampuan untuk belajar ulang dan membentuk jalur saraf baru melalui latihan serta stimulasi yang tepat.

Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah constraint-induced training, yakni metode melatih sisi tubuh yang lemah dengan membatasi penggunaan sisi tubuh yang lebih kuat. Strategi ini mendorong otak untuk kembali aktif membangun koneksi baru sehingga kemampuan gerak pasien dapat meningkat secara bertahap.

Metode tersebut banyak diterapkan dalam rehabilitasi pasien pasca-stroke karena terbukti membantu meningkatkan kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan latihan yang konsisten, pasien dapat memperoleh kembali kemampuan motorik yang sebelumnya mengalami gangguan.

Selain terapi latihan fisik, perkembangan teknologi neuromodulasi non-invasif juga menjadi bagian penting dalam rehabilitasi saraf. Teknik ini dilakukan tanpa operasi dan bekerja dari luar kepala untuk membantu mengatur aktivitas jaringan otak agar lebih seimbang dan responsif.

Dua metode yang umum digunakan adalah repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS) dan transcranial Direct Current Stimulation (tDCS). Keduanya memberikan stimulasi ringan pada area otak tertentu sehingga terapi fisik maupun kognitif yang dilakukan pasien menjadi lebih efektif dalam mendukung proses pemulihan. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....