Waspadai Gagal Ginjal pada Anak, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

  • 18 Jul 2026 11:47 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gagal ginjal pada anak. Penyakit ini dapat berkembang dengan cepat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi anak semakin memburuk.

Gagal ginjal pada anak merupakan kondisi ketika ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam menyaring zat sisa metabolisme, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur kadar elektrolit dalam tubuh. Gangguan tersebut dapat terjadi secara akut maupun kronis, dengan penyebab yang beragam, mulai dari infeksi, kelainan bawaan, dehidrasi berat, hingga penyakit tertentu yang memengaruhi fungsi ginjal.

Orang tua perlu mengenali gejala awal gagal ginjal pada anak, seperti jumlah urine yang berkurang atau bahkan tidak keluar sama sekali, pembengkakan pada wajah dan kaki, demam, mual, muntah, diare, tubuh lemas, serta perubahan warna urine menjadi lebih pekat. Jika gejala tersebut muncul, anak harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.

Kemenkes juga mengingatkan agar orang tua tidak memberikan obat kepada anak secara sembarangan tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat memperberat kerja ginjal, terutama pada anak yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, kebutuhan cairan anak harus tetap terpenuhi untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk fungsi ginjal.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Anak perlu dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, rutin beraktivitas fisik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, maupun bahan tambahan yang berlebihan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan, terutama bagi anak yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal.

Kemenkes bersama fasilitas pelayanan kesehatan terus memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal anak. Tenaga kesehatan juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengenali gejala gangguan ginjal sehingga kasus dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, Kemenkes berharap angka kejadian gagal ginjal pada anak dapat ditekan. Peran aktif orang tua dalam mengenali gejala, menerapkan pola hidup sehat, serta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan saat muncul tanda-tanda gangguan ginjal menjadi kunci untuk melindungi kesehatan dan masa depan anak Indonesia. (Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....