Waspadai Melanoma pada Anak
- 01 Agt 2026 00:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai melanoma pada anak. Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang berasal dari melanosit, yakni sel yang memberikan warna pada kulit. Meski lebih sering ditemukan pada orang dewasa, melanoma tetap dapat terjadi pada anak-anak dan remaja serta berpotensi menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya apabila tidak segera ditangani.
Penyebab pasti melanoma pada anak belum diketahui. Namun, sejumlah kondisi dapat meningkatkan risikonya, seperti memiliki tahi lalat berukuran besar sejak lahir atau banyak tahi lalat, riwayat keluarga dengan melanoma, sindrom genetik tertentu, sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta paparan sinar ultraviolet secara berlebihan. Riwayat sengatan matahari berat dan paparan radiasi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Kemenkes menyebut melanoma terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan pada kulit anak, terutama tahi lalat. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain tahi lalat yang membesar, berubah warna, terasa gatal, mengalami perdarahan, memiliki bentuk tidak beraturan, atau berubah dalam waktu singkat. Benjolan kulit yang tampak berbeda dari tahi lalat lainnya juga perlu diperiksa.
Untuk membantu mengenali tanda melanoma, orang tua dapat menggunakan metode ABCDE. A berarti Asymmetry, yakni bentuk tahi lalat tidak simetris; B atau Border, bagian tepinya tidak rata; C atau Color, terdapat variasi warna; D atau Diameter, ukurannya lebih besar dari sekitar enam milimeter; dan E atau Evolution, terdapat perubahan ukuran, warna, maupun bentuk dari waktu ke waktu.
Apabila ditemukan perubahan yang mencurigakan, orang tua dianjurkan membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga medis. Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan kulit dan, bila diperlukan, biopsi untuk memastikan keberadaan sel kanker. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG kelenjar getah bening, pemeriksaan genetik tumor, maupun pencitraan apabila terdapat dugaan penyebaran penyakit.
Penanganan melanoma pada anak disesuaikan dengan lokasi dan stadium penyakit. Operasi menjadi salah satu penanganan utama untuk mengangkat melanoma secara menyeluruh. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan terapi lain seperti imunoterapi, terapi target, kemoterapi, atau radioterapi sesuai kebutuhan pasien.
Kemenkes menegaskan bahwa melanoma yang ditemukan sejak dini pada anak memiliki peluang kesembuhan yang sangat tinggi. Karena itu, orang tua diminta peka terhadap setiap perubahan pada kulit anak dan melakukan pemeriksaan apabila menemukan tanda yang mencurigakan. Pemeriksaan sederhana terhadap tahi lalat secara berkala dapat menjadi langkah penting untuk mendeteksi melanoma lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....