BGSi Dorong Deteksi Penyakit dan Pengobatan Presisi Nasional
- 07 Jun 2026 00:19 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Program Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional melalui pemanfaatan teknologi genomik. Program ini menjadi inisiatif nasional pertama yang digagas oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, untuk mendeteksi potensi penyakit di masa depan sekaligus menghadirkan layanan pengobatan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
BGSi mengandalkan teknologi pengumpulan dan analisis informasi genetik atau genom, baik dari manusia maupun patogen seperti virus dan bakteri. Pendekatan ini dilakukan melalui metode Whole Genome Sequencing yang memungkinkan identifikasi faktor risiko penyakit secara lebih akurat dan mendalam.
Melalui teknologi tersebut, tenaga kesehatan dapat memahami karakteristik genetik setiap individu sehingga pengobatan yang diberikan menjadi lebih presisi. Pendekatan precision medicine ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas terapi, mempercepat penanganan penyakit, serta mendukung upaya pencegahan berbasis risiko kesehatan masing-masing individu.
Berpusat di Gedung Eijkman, hingga saat ini BGSi telah membangun enam hub pionir yang melibatkan tujuh rumah sakit vertikal sebagai pusat pengembangan riset genomik nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kapasitas penelitian dan pelayanan kesehatan berbasis genom di Indonesia.
Tujuh rumah sakit yang tergabung dalam program BGSi meliputi RS Kanker Dharmais, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Ketujuh rumah sakit tersebut akan mengembangkan penelitian terhadap enam penyakit prioritas melalui metode whole genome sequencing guna mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia.
(Sumber: kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....