Kemenkes Tekankan Prinsip Komunikasi Terbuka dengan Anak

  • 21 Agt 2026 06:49 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya komunikasi yang jujur, terbuka, dan sesuai usia ketika orang tua berbicara dengan anak mengenai penyakit serius, termasuk kanker. Anak umumnya peka terhadap perubahan suasana di rumah maupun rumah sakit. Karena itu, menyembunyikan kondisi penyakit justru dapat membuat anak membayangkan hal-hal yang lebih menakutkan.

Orang tua perlu mempersiapkan diri sebelum menyampaikan informasi kepada anak. Penjelasan dapat dilakukan dengan bantuan dokter, perawat, psikolog anak, atau tenaga profesional lainnya agar sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Pilih waktu dan suasana yang tenang, gunakan nada bicara yang menenangkan, serta berikan kesempatan kepada anak untuk bertanya. Informasi juga tidak perlu diberikan sekaligus, tetapi dapat disampaikan secara bertahap.

Bahasa yang digunakan sebaiknya sederhana dan mudah dipahami. Orang tua dapat menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit ketika sebagian sel tubuh tumbuh tidak normal dan dokter memiliki pengobatan untuk membantu mengatasinya. Alat bantu seperti gambar, boneka, atau cerita juga dapat digunakan agar anak lebih mudah memahami kondisi dan proses pengobatan yang akan dijalani.

Selain memberikan informasi, orang tua perlu memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan perasaannya. Anak dapat menunjukkan kesedihan, kemarahan, ketakutan, diam, atau bahkan terlihat biasa saja. Semua respons tersebut perlu diterima dengan empati. Saudara kandung juga sebaiknya mendapatkan penjelasan yang sesuai usia karena mereka dapat mengalami rasa khawatir, bingung, atau perubahan emosi selama anggota keluarga menjalani pengobatan.

Hal yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan harapan tanpa memberikan janji yang tidak pasti. Orang tua dapat menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit serius, namun pengobatan terus berkembang dan banyak anak dapat memperoleh hasil pengobatan yang baik. Anak perlu diyakinkan bahwa dirinya dicintai, tidak sendirian, dan akan mendapatkan dukungan dari keluarga serta tim kesehatan selama menjalani proses perawatan. ( Sumber : Kemkes Ri )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....