Edible Flower, Apakah Aman untuk Dikonsumsi?
- 29 Mei 2026 08:19 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Kandungan dan manfaat edible flower untuk kesehatan
- Potensi efek negatif untuk tubuh bila terjadi kontaminasi
- Cara mengantisipasi supaya resiko kontaminasi bisa diminimalisir
RRI.CO.ID, Nunukan: Tren penggunaan garnish atau dekorasi makanan dengan edible flower atau bunga yang dapat dimakan kini semakin digemari. Tak sedikit produk makanan misalnya kue ulang tahun atau pernikahan yang dihiasi dengan bunga yang diklaim aman dikonsumsi. Namun, apakah benar edible flower itu aman untuk kesehatan manusia?
Melansir dari National Library of Medicine, menurut penelitian edible flower itu memiliki beberapa kandungan nutrisi didalamnya, seperti komponen-komponen bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, disisi lain masih terdapat potensi kontaminasi oleh mikroorganisme, sehingga masih memunculkan pertanyaan soal keamanan mengkonsumsi bunga jenis ini.
Kandungan Edible Flower untuk Kesehatan
Meskipun didominasi oleh kandungan air, edible flower menyimpan ragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Mulai dari protein, serat, hingga karbohidrat, semuanya terkandung di dalam kelopak bunga yang bisa dikonsumsi ini. Oleh karena itu, edible flower bukan sekadar penghias hidangan (garnish), melainkan juga asupan yang menyehatkan bagi tubuh
Dalam jurnal A Comprehensive Review of Edible Flowers with a Focus on Microbiological, Nutritional, and Potential Health Aspects dijelaskan bahwa edible flower memiliki sifat antioksidan, anti-obesogenic, anti-diabetes, dan antimikroba. Selain itu, bunga yang dapat dikonsumsi ini juga memiliki fungsi neuroprotektif (perlindungan terhadap saraf) dan hepatoprotektif (melindungi fungsi hati).
Terdapat Resiko Kontaminasi yang Buruk untuk Tubuh
Karena kandungan airnya yang tinggi dan komposisi kimia didalamnya, bunga segar ternyata sangat rentan membusuk akibat mikroba. Bahkan, beberapa jenis bunga bisa memicu alergi atau berubah jadi racun kalau tidak diolah dengan benar.
Biasanya, jenis kontaminasi mikroba yang paling sering menyerang bunga berasal dari golongan bakteri dan jamur, contohnya seperti Bacillus spp., Enterobacter spp, Salmonella spp, hingga Staphylococcus aureus.
Cara Mengantisipasinya
Hingga kini, informasi seputar keamanan, identifikasi spesies, dan risiko mengonsumsi edible flower memang masih terbilang minim. Itulah mengapa, proses agrikultur yang tepat dan higienis menjadi kunci utama.
Tak hanya itu, cara penyimpanan dan pengemasannya pun harus diperhatikan agar terhindar dari kontaminasi bakteri. Semua ini dilakukan demi menjaga kualitas kelopak bunga dan meminimalkan risiko buruk bagi kesehatan.
(Sumber: National Library of Medicine)
BACA JUGA: Makanan Bernutrisi Tinggi untuk Meningkatkan Kreativitas Otak
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....