5 Penyakit yang Memiliki Gejala Serupa Masuk Angin

  • 13 Mei 2026 19:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Keluhan seperti meriang, mual, perut kembung, pegal-pegal, hingga sakit kepala sering dianggap sebagai masuk angin oleh masyarakat. Namun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa gejala tersebut juga dapat menjadi tanda beberapa penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis.

Penyakit pertama yang memiliki gejala mirip masuk angin adalah influenza. Flu biasanya ditandai dengan demam, batuk, pilek, tubuh lemas, dan nyeri otot. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menular dengan cepat, terutama saat daya tahan tubuh menurun.

Kedua, gangguan maag atau dispepsia juga sering disalahartikan sebagai masuk angin. Gejalanya meliputi perut terasa penuh, mual, kembung, hingga sering bersendawa. Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas, serta stres menjadi beberapa faktor pemicu gangguan lambung tersebut.

Penyakit ketiga adalah demam berdarah dengue atau DBD. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam tinggi, pegal-pegal, sakit kepala, dan tubuh terasa tidak nyaman. Karena gejalanya menyerupai masuk angin, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila demam berlangsung lebih dari dua hari.

Selain itu, COVID-19 juga memiliki gejala awal yang mirip masuk angin seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan tubuh lelah. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Penyakit kelima yaitu tifus atau demam tifoid. Penyakit ini ditandai dengan demam, lemas, gangguan pencernaan, dan nyeri perut. Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri yang umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang kurang higienis.

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala yang menyerupai masuk angin, terutama jika berlangsung berkepanjangan atau disertai demam tinggi. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....