Penyakit Bawaan Jantung pada Bayi Perlu Dideteksi sejak Dini
- 12 Agt 2026 18:27 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat terjadi sejak bayi dan masih berada dalam kandungan. Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang terbentuk sejak masa perkembangan janin. Kemenkes mengingatkan pentingnya mengenali tanda dan gejala penyakit jantung bawaan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Penyakit jantung bawaan dapat berupa kelainan pada sekat jantung, katup jantung, maupun pembuluh darah besar yang terhubung dengan jantung. Tingkat keparahannya beragam, mulai dari kelainan ringan yang tidak menimbulkan gejala hingga kondisi berat yang membutuhkan penanganan medis segera. Karena itu, pemeriksaan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini.
Pada bayi, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain napas cepat atau sulit bernapas, mudah lelah ketika menyusu, berat badan sulit bertambah, serta sering berkeringat saat menyusu. Pada kondisi tertentu, bayi juga dapat menunjukkan warna kebiruan pada bibir, lidah, atau kuku akibat kurangnya oksigen dalam darah. Gejala tersebut perlu segera diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Deteksi penyakit jantung bawaan dapat dilakukan melalui pemeriksaan selama kehamilan maupun setelah bayi lahir. Pemeriksaan ultrasonografi kehamilan dapat membantu melihat perkembangan janin, sedangkan setelah kelahiran tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang apabila ditemukan tanda yang mengarah pada kelainan jantung.
Kemenkes menekankan bahwa tidak semua penyakit jantung bawaan dapat dicegah karena sebagian berkaitan dengan proses perkembangan jantung janin. Namun, ibu hamil dapat menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, memenuhi kebutuhan gizi, menghindari rokok dan alkohol, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat selama kehamilan.
Penanganan penyakit jantung bawaan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan kelainan. Sebagian kasus hanya membutuhkan pemantauan secara berkala, sementara kondisi tertentu memerlukan obat-obatan, tindakan kateterisasi, hingga operasi. Penanganan yang tepat dan dilakukan lebih awal dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak serta mencegah komplikasi.
Untuk itu, orang tua diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda kelainan jantung pada bayi. Pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan perlu segera dilakukan apabila bayi mengalami sesak napas, kesulitan menyusu, pertumbuhan terhambat, atau tampak kebiruan. Dengan deteksi dan penanganan sejak dini, bayi dengan penyakit jantung bawaan memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....