Waspadai Kondisi Kelelahan Ekstrem atau Burnout
- 25 Apr 2026 08:53 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi kelelahan ekstrem atau burnout yang kian sering terjadi di tengah tekanan aktivitas dan tuntutan pekerjaan. Burnout tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik serta produktivitas seseorang.
Burnout merupakan kondisi stres kronis yang ditandai dengan kelelahan emosional, penurunan motivasi, serta berkurangnya kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan kerja yang berkepanjangan tanpa diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup.
Gejala burnout dapat berupa rasa lelah yang terus-menerus, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga kehilangan minat terhadap pekerjaan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Selain faktor pekerjaan, burnout juga dapat dipicu oleh kurangnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur dan minim aktivitas fisik, turut memperparah risiko terjadinya burnout.
Untuk mencegah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mulai menerapkan pola hidup seimbang. Mengatur waktu kerja dan istirahat secara proporsional menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas relaksasi, seperti olahraga ringan, meditasi, atau menjalankan hobi yang menyenangkan. Dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan rekan kerja, juga berperan penting dalam mengatasi stres.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya burnout, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan mental. Kementerian Kesehatan menegaskan, menjaga keseimbangan hidup merupakan kunci utama untuk mencegah burnout dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....