Bahaya kebiasaan begadang yang kerap dianggap sepele
- 30 Mar 2026 18:44 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat akan bahaya kebiasaan begadang yang kerap dianggap sepele, padahal dapat berdampak serius bagi kesehatan otak, jantung, hingga sistem imun tubuh.
Begadang mengganggu ritme sirkadian tubuh yang diatur oleh otak.Ketidakseimbangan ini membuat tubuh bekerja tidak sesuai waktunya, sehingga memicu gangguan pada berbagai fungsi biologis.
Dari sisi otak, kurang tidur dapat menurunkan fungsi kognitif, seperti konsentrasi, pengambilan keputusan, hingga kontrol emosi. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah stres, emosional, dan sulit fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, begadang juga menghambat proses penting dalam otak, termasuk pembersihan zat sisa metabolik melalui sistem glimfatik. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, risiko gangguan neurodegeneratif seperti penurunan daya ingat dapat meningkat.
Dari sisi sistem imun, kurang tidur menyebabkan penurunan produksi sitokin dan respons antibodi, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih saat sakit. Kondisi ini juga dapat memicu peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit serius.
Begadang turut berdampak pada kesehatan jantung dan metabolisme. Gangguan tidur dapat meningkatkan hormon stres, tekanan darah, serta menurunkan sensitivitas insulin, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses pemulihan penting bagi tubuh. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga pola tidur yang cukup dan teratur guna mencegah berbagai risiko kesehatan jangka panjang.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....