Fakta Sejarah Masa Keemasan Bajak Laut
- 30 Jul 2026 00:11 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Bajak laut telah lama dikenal dalam sebagai tokoh dalam cerita fiksi yang menjalani kehidupannya mengarungi laut dan merampas harta benda kapal lain yang melalui mereka. Kisah tentang bajak laut sudah ada sejak lama, konon menurut sejarahnya bajak laut sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Ada hal menarik lagi dari dunia bajak laut yaitu, ternyata pernah ada periode masa keemasan bajak laut, lho. Meskipun topik ini jarang dibahas namun sebetulnya cukup asik untuk diulas karena kita bisa tahu seperti apa kondisi kehidupan para bajak laut saat mereka berjaya.
Kapan Periode Keemasan Bajak Laut Terjadi?
Periode keemasan bajak laut ini diperkirakan terjadi pada tahun 1680-an hingga 1720-an. Pada masa ini, aktivitas bajak laut meningkat tajam. Di dunia Barat, ribuan kapal eropa menjadi mangsa para bajak laut, bukan hanya kapal barang tetapi kapal pembawa para budak pun menjadi incaran.
Sederetan tokoh bajak laut legendaris berasal pada masa ini. Nama-nama seperti Edward 'Blackbeard' Teach, Captain William Kidd, 'Calico' Jack Rackham, Henry Morgan, dan masih banyak lagi. Kapten Charles Johnson menerangkan lebih jelas tentang hal ini pada bukunya yang berjudul A General History of the Robberies and Murders of the most notorious Pyrates, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1724.
Mengapa Masa Keemasan Bajak Laut Berakhir?
Aktivitas bajak laut semakin lama semakin menyebabkan keresahan. Parahnya para bajak laut yang berada di wilayah Karibia, Amerika Utara, lepas pantai Afrika Barat, dan Samudra Hindia sampai menyebabkan masalah besar dan ancaman bagi perdagangan.
Akibatnya, selama tahun 1720-an terjadilah perburuan bajak laut besar-besaran. Kekuatan angkatan laut dikerahkan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mereka ditugaskan untuk mencegat kapal-kapal bajak laut yang melintas dan menangkap para bajak laut ke pengadilan.
Hukuman yang diberikan kepada para kru kapal bajak laut sungguh membuat bulu kuduk berdiri. Ambil contoh nasib awak kapal bajak laut Bartholomew Roberts. Bartholomew Roberts tewas dalam pertempuran, dan banyak anak buahnya akhirnya diadili di Pengadilan Angkatan Laut di wilayah yang sekarang menjadi Ghana.
Sebanyak 52 orang dijatuhi hukuman gantung sampai mati. Angka ini tercatat sebagai jumlah vonis mati terbanyak dalam sejarah satu kali persidangan di pengadilan Angkatan Laut.
(Sumber:Royal Museum Greenwich)
BACA JUGA: Mengenal Pajak Urine yang Berlaku pada Zaman Romawi Kuno
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....