Samsat Nunukan, Inovasi Layanan Merangkul Warga Perbatasan
- 19 Agt 2025 17:26 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Kabupaten Nunukan disebut sebagai beranda negara. Di wilayah perbatasan yang jauh dari pusat, kesadaran warga akan pentingnya tertib administrasi sering diuji oleh keterbatasan jarak dan akses layanan publik. Namun di balik itu, ada semangat menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, salah satunya melalui layanan pajak kendaraan bermotor yang dihadirkan UPT Samsat Nunukan.
“Dulu masyarakat pelosok harus ke kota dulu kalau mau bayar pajak. Sekarang cukup tunggu di kecamatan, sudah Samsat Pembantu di sana,” tutur Fahmi, petugas Samsat Keliling yang saban pagi sudah siap berangkat dari alun-alun kota.
Bus berwarna putih dengan tulisan besar “Samsat Keliling” itu memang jadi wajah baru pelayanan publik di Nunukan. Lima hari dalam sepekan, kendaraan ini menempuh rute berbeda, dari pusat kota hingga pelosok desa. Kehadirannya disambut warga, terutama mereka yang sebelumnya harus mengorbankan ongkos, waktu, bahkan meninggalkan kebun dan budidaya rumput laut hanya untuk sekadar membayar pajak.
Tak hanya soal layanan, rangkaian inovasi ini juga diikuti dengan upaya menumbuhkan kesadaran. Petugas rutin melakukan sosialisasi, baik di sekolah, komunitas pengendara, maupun lewat media lokal. Pesannya sederhana, pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan kontribusi nyata untuk membangun daerah. Dari penerangan jalan, infrastruktur desa, hingga fasilitas publik, semuanya lahir dari dana masyarakat yang tertib pajak.
Keseriusan itu mulai berbuah. Data UPT Samsat Nunukan mencatat tren kepatuhan pajak terus meningkat, bahkan selama bulan Ramadhan pun, antusiasme warga tak surut. “Kalau tertib bayar pajak, hati lebih tenang. Kita ikut bangun daerah meski dari hal kecil,” ungkap Herman, warga Nunukan yang baru saja membayar pajak motor lewat bus keliling.
Lima wajah pelayanan, dari kantor Samsat, bus keliling, hingga sosialisasi ke masyarakat mencerminkan satu semangat, menghadirkan negara hingga ke pelosok. Nunukan pun memberi contoh bahwa di perbatasan, pelayanan publik tak kalah inovatif dibanding kota besar.
Bagi warga, setiap pembayaran pajak adalah bukti gotong royong modern. Dan bagi Samsat Nunukan, setiap layanan adalah janji untuk tetap merangkul siapa pun, di mana pun mereka berada. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....