Layak Dibantu, Ratusan Calon Penerima RTLH Terkendala Data Desil
- 17 Sep 2026 15:36 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Sekitar 500 calon penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Nunukan diusulkan mengalami perubahan desil. Usulan tersebut diajukan setelah hasil verifikasi di lapangan menunjukkan calon penerima dinilai layak mendapat bantuan, tetapi tidak masuk kategori desil satu hingga empat yang menjadi syarat penerima.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kabupaten Nunukan, Serlim Hernita mengatakan, pihaknya menemukan ketidaksesuaian antara data desil dengan kondisi rumah calon penerima saat dilakukan verifikasi. Untuk itu, hasil verifikasi tersebut akan kembali diusulkan kepada Dinas Sosial.
“Kita usulkan untuk penurunan desil, karena memang untuk saat ini kita mengacu pada DTSEN, cuma setelah diverifikasi kita coba usulkan untuk perubahan,” kata Serlim, Kamis (17/9/2026).
Serlim menjelaskan, persoalan data juga ditemukan ketika kondisi tempat tinggal warga tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonominya. Salah satunya warga yang tercatat menempati rumah di kawasan kebun sawit, sementara setelah ditelusuri ternyata memiliki rumah utama yang kondisinya masih layak.
Kondisi tersebut membuat proses penentuan penerima bantuan tidak bisa hanya mengandalkan data administrasi. Tim Disperkimtan tetap melakukan verifikasi dan melaporkan temuan yang tidak sesuai kepada Dinas Sosial untuk dilakukan pengecekan kembali.
“Seperti di Sebatik itu kan, memang ada yang menempati rumah kebun, namun ternyata punya rumah lain, nah ini yang perlu dicek lagi kebenarannya seperti apa, kalau ada yang tidak sesuai, kami laporkan ke Dinsos,” ujarnya.
Saat ini, penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah mengacu pada Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Data tersebut menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan, termasuk bantuan rehabilitasi RTLH.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....